<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>K4nj3n94yu&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://k4nj3n94yu.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://k4nj3n94yu.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Oct 2009 07:45:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='k4nj3n94yu.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>K4nj3n94yu&#039;s Blog</title>
		<link>http://k4nj3n94yu.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://k4nj3n94yu.wordpress.com/osd.xml" title="K4nj3n94yu&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://k4nj3n94yu.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>fAkTor_fAkTOr pEnYeBaB LimBah</title>
		<link>http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/29/faktor_faktor-penyebab-limbah/</link>
		<comments>http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/29/faktor_faktor-penyebab-limbah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 07:45:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yiyin Andriana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/29/faktor_faktor-penyebab-limbah/</guid>
		<description><![CDATA[Volume Air Kualitas limbah ditentukan dari banyaknya parameter dalam limbah dan konsentrasi setiap parameter. Semakin banyak volume air yang bercampur dengan limbah semakin kecil konsentrasi pencemar. Badan penerima yang menerima limbah sering tidak mendapat pengaruh. Kualitas Air Kualitas air badan penerima mengandung bahan/senyawa tertentu sebelum menerima buangan. Kualitas tersebut menetapkan arah penggunaan air. Adanya bahan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=k4nj3n94yu.wordpress.com&amp;blog=10150541&amp;post=23&amp;subd=k4nj3n94yu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><strong>Volume</strong><br />
Air <a title="Kualitas limbah" href="http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-industri/limbah-industri/kualitas-limbah/">Kualitas limbah</a> ditentukan dari banyaknya parameter dalam limbah dan konsentrasi setiap parameter. Semakin banyak volume air yang bercampur dengan limbah semakin kecil konsentrasi pencemar. Badan penerima yang menerima limbah sering tidak mendapat pengaruh.</p>
<p><strong>Kualitas Air</strong><br />
Kualitas air badan penerima mengandung bahan/senyawa tertentu sebelum menerima buangan. Kualitas tersebut menetapkan arah penggunaan air. Adanya <a title="bahan pencemar" href="http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-lingkungan/pencemaran_lingkungan/bahan-pencemar/">bahan pencemar</a> yang sama, tidak akan mempengaruhi konsentrasi bahan dalam air penerima. Tetapi bila konsentrasi bahan pencemar dalam limbah lebih besar dari konsentrasi bahan pencemar dalam badan penerima (kemungkinan juga tidak ada), maka konsentrasi bahan pencemar setelah bercampur akan menjadi<br />
lebih kecil. Sejauh mana konsentrasi tersebut dapat ditoleransi sesuai dengan standar <a title="kualitas lingkungan" href="http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-industri/limbah-industri/kualitas-lingkungan/">kualitas lingkungan</a> agar kualitas lingkungan tidak mengalami perubahan sebagai yang telah distandarkan.</p>
<p><strong>Kegunaan Air</strong><br />
Air dibutuhkan untuk bermacam-macam keperluan. Kualitas air untuk keperluan minum berbeda dengan untuk keperluan industri.</p>
<p><strong>Kepadatan Penduduk</strong><br />
Kepadatan penduduk dalam suatu lokasi tertentu turut mempengaruhi tingkat pencemaran lingkungan. Hal ini dikaitkan dengan tingkat kesadaran penduduk dalam memelihara lingkungan yang sehat dan bersih. Buangan air rumah tangga, padatan berupa sampah yang<br />
dibuang ke sungai, air cucian kamar mandi maupun buangan tinja akan mempengaruhi tingkatkandungan BOD, COD dan bakteri coli dalam air sungai. Semakin padat penduduk suatu lingkungan semakin banyak limbah yang harus dikendalikan.</p>
<p><strong>Lingkungan</strong><br />
Lingkungan seperti hutan, perkebunan, peternakan, alam yang<br />
573 luas mempengaruhi kondisi badan penerima. Dalam keadaan<br />
tertentu badan-badan pencemar akan ternetralisasi secara alamiah. Lintasan air sungai yang panjang dengan turbulensi yang keras akan mempengaruhi tingkat penyerapan oksigen ke dalam air. Adanya sinar matahari yang langsung masuk dalam badan penerima terjadi fotosintesa hingga sejumlah bakteri tertentu akan terancam. Adanya tumbuhan tertentu dalam badan penerima akan menetralisasi senyawa pencemar sebab sesuai dengan kondisi pertumbuhan.<br />
Phosphat dalam air buangan menyuburkan tumbuh-tumbuhan tertentu, tapi tumbuhan itu sendiri akan merusak lingkungan.</p>
<p><strong>Volume Air Limbah</strong><br />
Seluruh air dalam pabrik pada umumnya ditampung dalam saluran-saluran untuk kemudian disatukan dalam saluran yang lebih besar. Banyak saluran dan volume saluran disesuaikan dengan keadaan pabrik dan jumlah air yang akan dibuang. Volume air limbah akan menentukan konsentrasi bahan pencemar. Bahan pencemar dari suatu pabrik tergantung kepada banyaknya bahan-bahan yang terbuang. Dengan<br />
asumsi bahwa semua terkendali dengan baik. Pengendalian hanya terbatas pada bahan pencemar yang tidak dapat dihindari, maka konsentrasi bahan pencemaran telah dapat diperkirakan jumlahnya. Penambahan volume air hanya menyebabkan konsentrasi turun. Dengan perkataan lain bahwa akibat pengenceran otomatis menyebabkan konsentrasi turun.</p>
<p><strong>Frekuensi Pembuangan Limbah</strong><br />
Limbah dari suatu pabrik ada kalanya tidak tetap volumenya. Untuk beberapa pabrik tertentu limbah airnya mengalir dalam jumlah yang sama setiap hari, tetapi ada lain yang mengalirkan limbah pada jam-jam (waktu) tertentu bahkan pada satu minggu atau satu bulan. Bercampurnya limbah air pada jumlah yang berbeda-beda mengakibatkan konsentrasi bahan pencemar pada badan penerima bervariasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa standar kualitas lingkungan juga mengalami perubahan sesuai dengan limbah yang diterima.</p>
<p>Dari uraian di atas, kualitas limbah dapat diukur pada dua tempat yaitu, pada titik sebelum dan sesudah bercampur dengan badan penerima. Penetapan kualitas limbah ini perlu mendapat penegasan karena beberapa hal yang mendasari yaitu: bila limbah tidak dibuang ke tempat umum dibuatkan tempat tersendiri dan tidak bercampur dengan badan penerima. Biasanya hal seperti ini terjadi untuk limbah air.</p>
<p><img src="http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2009/05/gb720.jpg" alt="gb720" width="469" height="273" /></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/k4nj3n94yu.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/k4nj3n94yu.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/k4nj3n94yu.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/k4nj3n94yu.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/k4nj3n94yu.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/k4nj3n94yu.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/k4nj3n94yu.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/k4nj3n94yu.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/k4nj3n94yu.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/k4nj3n94yu.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/k4nj3n94yu.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/k4nj3n94yu.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/k4nj3n94yu.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/k4nj3n94yu.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=k4nj3n94yu.wordpress.com&amp;blog=10150541&amp;post=23&amp;subd=k4nj3n94yu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/29/faktor_faktor-penyebab-limbah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/833b4d00b5ee4937f8cfbca22387b9ff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">k4nj3n94yu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2009/05/gb720.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gb720</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>tHe kinD oF LimBAH</title>
		<link>http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/29/the-kind-of-limbah/</link>
		<comments>http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/29/the-kind-of-limbah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 07:43:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yiyin Andriana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://k4nj3n94yu.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Berbagai jenis pencemar ditemukan dalam limbah ataupun bahan untuk keperluan rumah tangga. Bahan ini dapat ditemukan sebagai bahan kimia organik atau anorganik, di dalam limbah maupun tidak. Daya pencemaran yang ditimbulkan selain dari sifat yang dimiliki juga tergantung pada volume. Tabel 6 adalah contoh bahan yang secara umum ditemukan baik sebagai bahan baku, penolong dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=k4nj3n94yu.wordpress.com&amp;blog=10150541&amp;post=21&amp;subd=k4nj3n94yu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Berbagai jenis pencemar ditemukan dalam limbah ataupun bahan untuk keperluan rumah tangga. Bahan ini dapat ditemukan sebagai bahan kimia organik atau anorganik, di dalam limbah maupun tidak. Daya pencemaran yang ditimbulkan selain dari sifat yang dimiliki juga tergantung pada volume. Tabel 6 adalah contoh bahan yang secara umum ditemukan baik sebagai bahan baku, penolong dan bahan jadi maupun juga ditemukan sebagai limbah.</p>
<h3><strong>Volume Limbah</strong></h3>
<p>Semakin besar volume limbah, pada umumnya, <a title="bahan pencemar" href="http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-lingkungan/pencemaran_lingkungan/bahan-pencemar/">bahan pencemar</a>nya semakin banyak. Hubungan ini biasanya terjadi secara linier. Oleh sebab itu dalam pengendalian limbah sering juga ditipayakan pengurangan volume limbah. Kaitan antara volume limbah dengan volume badan penerima juga sering digunakan sebagai indikasi pencemaran. Perbandingan yang mencolok jumlahnya antara volume limbah dan volume penerima limbah juga menjadi ukuran tingkat pencemaran yang ditimbulkan terhadap lingkungan. Misalnya limbah sebanyak 100 m3 air per 8 jam mempunyai konsentrasi plumbum 4 mg/hari dialirkan ke suatu sungai yang mempunyai debit 8.000 m3 perjam.</p>
<h3><strong>Frekuensi Pembuangan Limbah</strong></h3>
<p>Pabrik yang secara kontinu membuang limbah berbeda dengan pabrik yang membuang limbah secara periodik walau konsentrasi pencemar sama, dan jumlah buangannya pun sama. Pengaruh terhadap lingkungan mengalami perbedaan. Dalam hal sering tidaknya suatu pabrik membuang limbah tergantung terhadap proses pengolahan dalam pabrik. Artinya volume air buangannya tergantung dari volume produksinya. Semakin tinggi produksi semakin tinggi volume limbahnya. Ada pabrik yang dalam periode tertentu jumlah airnya melebihi daripada kondisi sehari-hari.Setiap lima hari dalam sebulan volume limbahnya sangat berlebih,kecuali bila pabrik blow down. Atau ada pabrik yang hanya membuang limbah sekali dalam seminggu sedangkan pada hari-hari lainnya tidak. Semakin banyak frekuensi pembuangan limbah,semakin tinggi tingkat pencemaran yang ditimbulkan.</p>
<h3><strong>Dampak Pencemaran</strong></h3>
<p>Dampak pencemaran limbah terhadap lingkungan harus dilihat dari jenis parameter pencemar dan konsentrasinya dalam air limbah.Dari satu sisi suatu limbah mempunyai parameter tunggal dengan konsentrasi yang relatif tinggi, misalnya Fe. Di sisi lain ada limbah dengan 10 parameter tapi dengan konsentrasi yang juga melewati ambang batas. Persoalannya bukan yang mana lebih baik daripada yang terburuk, melainkan yang manakah seharusnya lebih mendapat prioritas.</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/k4nj3n94yu.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/k4nj3n94yu.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/k4nj3n94yu.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/k4nj3n94yu.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/k4nj3n94yu.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/k4nj3n94yu.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/k4nj3n94yu.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/k4nj3n94yu.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/k4nj3n94yu.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/k4nj3n94yu.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/k4nj3n94yu.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/k4nj3n94yu.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/k4nj3n94yu.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/k4nj3n94yu.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=k4nj3n94yu.wordpress.com&amp;blog=10150541&amp;post=21&amp;subd=k4nj3n94yu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/29/the-kind-of-limbah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/833b4d00b5ee4937f8cfbca22387b9ff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">k4nj3n94yu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>pRepAre IndOnEsiA sEhAt 2010</title>
		<link>http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/28/prepare-indonesia-sehat-2010/</link>
		<comments>http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/28/prepare-indonesia-sehat-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 09:21:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yiyin Andriana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/28/prepare-indonesia-sehat-2010/</guid>
		<description><![CDATA[MENYIAPKAN INDONESIA SEHAT 2010 Menjadikan Kesehatan, Sebagai Lintas Sektoral Satu hari pada penggalan tahun 90an saya berwawancara dengan Dr.H.Rizal Sini, bos Rumah Sakit Bunda Grup sebuah jaringan rumah sakit di Indonesia. Rizal, urang awak. Kami berbincang soal pelayanan kesehatan dan peran sosial rumah sakit dan kaum dokter. Pada sisi pelayanan rumah sakit, kami bicara enak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=k4nj3n94yu.wordpress.com&amp;blog=10150541&amp;post=20&amp;subd=k4nj3n94yu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MENYIAPKAN INDONESIA SEHAT 2010</strong><br />
<strong>Menjadikan Kesehatan, Sebagai Lintas Sektoral </strong>Satu hari pada penggalan tahun 90an saya berwawancara dengan Dr.H.Rizal Sini, bos Rumah Sakit Bunda Grup sebuah jaringan rumah sakit di Indonesia. Rizal, urang awak. Kami berbincang soal pelayanan kesehatan dan peran sosial rumah sakit dan kaum dokter. Pada sisi pelayanan rumah sakit, kami bicara enak dan mengalir seperti air.<br />
Ketika topik sudah masuk ke fungsi sosial rumah sakit dan dokter, terus terang saya menyumpah dalam hati atas jawaban-jawaban Rizal, saya kecewa dan mengkal. Kata Rizal kepada saya, rumah sakit bukan lembaga sosial! Rumah sakit perlu hidup. Ia perlu pengembangan teknologi, perbaikan manajemen, dokter-dokternya perlu hidup layak, main golf, pesiar, surfing dan memelihara kesehatannya sendiri. Saya terperangah. Dan semakin sakit hati ketika saya coba beragumen bahwa tidak tidak semua orang mampu membayar rumah sakit seperti dalam mimpi dokter ini, eh dia mengatakan kepada saya dengan enteng: “Kalau mau sehat, ya berhemat dan menabung, berusaha hari ini untuk kesehatan jiwa dan raga masa datang”<br />
Lalu Rizal makin panjang mengkhotbahi saya. Ia katakan bahwa orang Indonesia lebih suka menghamburkan uangnya untuk membeli penyakit dibanding menabungnya bagi pemeliharaan kesehatannya di kemudian hari. “Kalau mau kesehatan terjamin, sejak awal ambil asuransi kesehatan”.<br />
Saya makin mengkal. Dalam pikiran saya tetap saja yang menggumpal adalah fungsi sosial rumah sakit dan kaum dokter. Sehingga nyaris saya abaikan ‘penataran’ soal jaminan kesehatan dan fungsi komersial rumah sakit.<br />
“Lalu kalau ada masyarakat yang butuh pertolongan ke rumah sakit tapi tak punya uang?” tanya saya.<br />
“Saya katakan lagi, Rumahsakit bukan panti sosial. Soal pertolongan atau berjiwa sosial itu soal lain lagi,” katanya tegas.<br />
Terus terang saya jengkel sekali dengan jawab-jawaban itu. Hingga saya pu membatalkan menulis hasil wawancara yang menyangkut topik menyakitkan itu. Waktu pun berlalu. Dr. Rizal tetap dengan keyakinannya, bahkan sejumlah rumah sakit yang ditanganinya kini terus berkembang.<br />
***<br />
Setelah berlalu satu dasawarsa barulah saya sadari bahwa apa yang dikatakan Rizal tidak seluruhnya perlu membuat hati sakit. Sesungguhnya waktu itu ia ingin mengatakan bahwa tindakan preventif menjaga kesehatan jauh lebih penting dari apapun. Penyakit bisa datang lima tahun, sepuluh tahun atau lima belas tahun lagi menyerang kita. Pada saat kita memerlukan perawatan, pada saat itu tak ada lagi persoalan yang menghalangi kita merawat diri, misalnya soal finansial.<br />
Bahkan harus diakui pendapat Rizal itu perlu disosialisasikan lebih luas lagi. Bahwa rumah sakit memang bukan lembaga sosial yang bisa menampung begitu saja korban dampak sosial. Rumah sakit perlu manajemen yang benar, sehingga bisa memenej pasian dengan baik. Rumah sakit perlu lembaga Litbang sendiri, yang membuatnya bisa terus menerus memacu kualitas semua tenaga medis, paramedis maupun non-medisnya.<br />
Lalu apa kaitan fenomena ini dengan program ‘Menuju Indonesia Sehat 2010?’<br />
Harus kita akui, bahwa menuju Indonesia yang sehat adalah pekerjaan tak ringan dan tak murah. Ia memerlukan orang-orang yang powerful untuk menggerakkan semua slagorde masyarakat agar meyakini bahwa sehat itu penting.<br />
Cerita introduksi di atas hanya sedikit dari contoh bahwa pada saat bicara soal kesehatan, harus kesampingkang dulu soal ‘perasaan’. Jika memperturutkan perasaan, siapapun pasti jengkel dengan penjelasan Rizal itu. Tapi, sehat tak boleh kalah dengan perasaan. Paling tidak harus diberikan pengertian bahwa orang yang berperasaan adalah orang yang sehat lahir batin. Orang sakit, kadang makin kehilangan perasaannya.<br />
Tapi seperti apa sih yang kita inginkan kondisi kesehatan manusia Indonesia pada 2010 itu?<br />
Ada banyak hal yang menyangkut soal kesehatan rakyat pada lima tahun mendatang itu. Namun hakikatnya, pada titik capaiannya kelak akan tercipta kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalaui terciptanya masyarakat, bangsa dan negara Indonesia yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku yang sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang optimal di seluruh wilayah Republik Indonesia.<br />
Itu adalah kalimat-kalimat yang tidak gampang diujudkan. Sebagian besar adalah berintikan penyadaran kepada masyarakat, disamping pemerintah berkewajiban menyediakan anggaran untuk mendukungnya.<br />
Penyadaran itu hingga hari ini masih kita rasakan sebagai hal yang setengah-setengah. Ada sejumlah fakta yang menunjukkan masih perlu genjotan serius bagi kampanye menuju sehat itu. Kita bias lihat dari wabah demi wabah yang menerjang Indonesia.<br />
Ibu-ibu (dibantu kaum Bapak) baru rame-rame ke Posyandu kalau wabah polio sudah berjangkit, kalau demam berdarah sudah menyerang, kalau diare menjadi hatu yang menakutkan.<br />
Orang-orang makin berubah jadi bodoh ketika di bungkus rokok sudah nyata-nyata dicantumkan rokok berbahaya bagi kesehatan, tapi masih saja dengan rakus menghirup candu nikotinnya. Lalu tiada terasa triliunan rupiah amblas setiap tahun hanya jadi abu. Para pemilik pabrik rokok kian gencar berpromosi. Promosinya jauh melampaui promosi antirokok yang semestinya dilancarkan bagi melawan serangan jantung, kanker dan sebagainya.<br />
Orang seperti tak peduli dengan angka-angka dari WHO yang mencatat 12 juta orang pertahun meninggal dibunuh rokok (karena jantungan) pada 1990 lalu tujuh tahun berikutnya angka itu naik menjadi 15 juta orang. Sampai berapa juta orang lagi meninggal karena rokok, hingga bias menghentikan orang-orang kita merokok?<br />
Orang kita sering pelupa. Ketika Tuberculosis (TB) sudah hampir-hampir lenyap di Indonesia apalagi dengan adanya apa yang disebut Gerakan Terpadu Nasional (Gerdunas) dan layanan Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS) sejak sekitar enam tahun sila, eh tiba-tiba kini TB bangkit lagi di sana sini.<br />
WHO menengarai di Indonesia setiap tahun ada sekitar setengah juta orang terjangkit TB. Sepertiganya meninggal.<br />
Angka-angka itu menunjukkan kepada kita, bahwa kita senantiasa lengah. Kita kurang care dengan kasus yang sekecil apapun. Baru heboh, setelah epidemi itu menjalar ke mana-mana.<br />
Fisik saja yang sehat bukanlah tujuan dari program kesehatan nasional. Kesehatan jiwa juga merupakan masalah yang pada dasarnya amat menaikkan dan menurunkan derajat kesehatan bangsa.<br />
Kesehatan jiwa belum menjadi kepedulian bersama. “Selama ini program kesehatan jiwa masih terabaikan, sedang program kesehatan hanya terfokus pada kesehatan fisik, kata Menkes Siti Fadilah Supari pada Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) 2005 belum lama ini.<br />
Lagi-lagi angka-angka dari WHO, bikin kita harus menyadari pentingnya kesehatan jiwa. Diestimasikan oleh WHO, satu dari lima orang di dunia atau sekitar 20 persen penduduk memiliki gangguan kesehatan jiwa mulai tingkat ringan (depresi) sampai tingkat berat (stres)<br />
Lalu kondisi seperti aoa yang hendak kita capai pada 2010?<br />
Sederhananya kita mengacu saja pada UU Kesehatan yang memaktubkan pengertian kesehatan. Bahwa yang disebut sehat itu adalah keadaan yang sejahtera dari badan, jiwa dan social yang memungkinkan seseorang hidup produktif. Ini membawa kita pada pengertian bahwa kesehatan itu tidak sekedar fisik belaka. Tapi juga pola hidup, cara interaksi social kita, prilaku, pola makan dan seterusnya yang mestinya ditujukan bagi peningkatan derajat kesehatan, bukan sebaliknya.<br />
Sebaliknya yang menjadi tantangan untuk dibereskan oleh pemerintah dan masyarakat dalam rangka menuju Indonesia Sehat itu adalah hal-hal yang berlawan dengan pengertian kesehatan sebagaimana dimaksud oleh UU Kesehatan itu tadi.<br />
Prilaku sosial dan gaya hidup yang senantiasa mengarahkan kita pada hasrat merokok, menenggak Napza, pola makan yang berlebihan, kekurangsukaan terhadap olahraga, kelemahan sosialisasi dan kampanye kesehatan, keminiman anggaran adalah hal-hal yang merintangi jalan ke arah Indonesia Sehat 2010.<br />
Pada saat sejumlah wabah seperti polio, flu burung, diare, demam berdarah dan sebagainya sedang kita hadapi, saatnya pula kita menyatupadukan tekad untuk menjadi sehat bersama. Membangun Indonesia Sehat tak mungkin hanya dilakukan Pemerintah cq Departemen Kesehatan, tetapi segenap elemen. Karena itu, dapat kita berikan konklusi bahwa kesehatan tak bisa dipandang sebagai hal yang sektoral, melainkan sangat lintas sektoral. Sebagai sebuah departemen teknis, Depkes dan orang-orangnya bertanggungjawab menyusun program dan menyiapkan action plan nya, sementara departemen lain bersama masyarakat harus menjadi supporting unit guna mengejawantahkan program Menuju Indonesia Sehat 2010.<br />
Kita harus berhenti memagut egosektoral sebagaimana selama ini terjadi. Tiap kali ada wabah, yang babak belur adalah orang Depkes. Tiap kali ada KLB (Kejadian Luar Biasa) demam berdarah Depkes dituding lamban. Di masa depan, kita mesti sudah mengubur dalam-dalam semangat mencari kambing hitam. Bahwa ada wabah, maka kesatupaduan penanganan dari lintas-sektoral jugalah yang akan menyelesaikannya.<br />
Masa 2010, bukan waktu yang masih lama. Bahkan itu teramat singkat untuk mewujudkan obsesi Indonesia Sehat. Tapi, apapun, semua tak boleh pesimis, segalanya harus segera kita mulai. Sekarang! Atau tak pernah sama sekali!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/k4nj3n94yu.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/k4nj3n94yu.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/k4nj3n94yu.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/k4nj3n94yu.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/k4nj3n94yu.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/k4nj3n94yu.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/k4nj3n94yu.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/k4nj3n94yu.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/k4nj3n94yu.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/k4nj3n94yu.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/k4nj3n94yu.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/k4nj3n94yu.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/k4nj3n94yu.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/k4nj3n94yu.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=k4nj3n94yu.wordpress.com&amp;blog=10150541&amp;post=20&amp;subd=k4nj3n94yu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/28/prepare-indonesia-sehat-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/833b4d00b5ee4937f8cfbca22387b9ff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">k4nj3n94yu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Let&#8217;s wE mAkEoUr enViRonTmEnt yAnG bErsiH</title>
		<link>http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/28/lets-we-makeour-environtment-yang-bersih/</link>
		<comments>http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/28/lets-we-makeour-environtment-yang-bersih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 09:13:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yiyin Andriana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/28/lets-we-makeour-environtment-yang-bersih/</guid>
		<description><![CDATA[Ciptakan Lingkungan yang Bersih Salah satu kebenaran abadi tentang hidup yang sukses dapat dikatakan akan &#8220;&#62;dengan sederhana: pikiran Anda yang membentuk hidup Anda. Yang Anda fokuskan dalam dalam &#8220;&#62;hidup Anda akan akan &#8220;&#62;bertumbuh, yang Anda pikirkan akan berkembang, dan hal-hal yang Anda beri perhatian akan menentukan takdir Anda. Hidup adalah adalah &#8220;&#62;ramalan yang akan terpenuhi sendiri–hanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=k4nj3n94yu.wordpress.com&amp;blog=10150541&amp;post=16&amp;subd=k4nj3n94yu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<h2><a title="Permanent Link to Ciptakan Lingkungan yang Bersih" rel="bookmark" href="http://sentree.wordpress.com/2007/08/14/ciptakan-lingkungan-yang-bersih/">Ciptakan Lingkungan yang Bersih</a></h2>
<h3></h3>
</div>
<div>
<div>
<p><!--StartFragment --><span style="font-family:Arial,Helvetica;font-size:x-small;"><img src="http://imagecache2.allposters.com/images/adc/10109528A.jpg" border="0" alt="Clean and Fresh Art Print by Jerianne Van Dijk" width="265" height="106" align="left" /><strong>Salah satu kebenaran abadi tentang hidup yang sukses dapat dikatakan akan &#8220;&gt;dengan sederhana: pikiran Anda yang membentuk hidup Anda. Yang Anda fokuskan dalam dalam &#8220;&gt;hidup Anda akan akan &#8220;&gt;bertumbuh, yang Anda pikirkan akan berkembang, dan hal-hal yang Anda beri perhatian akan menentukan takdir Anda. Hidup adalah adalah &#8220;&gt;ramalan yang akan terpenuhi sendiri–hanya memberi yang Anda harapkan. Seperti yang dikatakan Hellen Keller, “Orang yang pesimis tidak tidak &#8220;&gt;pernah menemukan rahasia bintang-bintang, atau atau &#8220;&gt;berlayar menuju pulau yang tidak ada di dalam peta, atau membuka sebuah surga baru untuk untuk &#8220;&gt;jiwa manusia.” Karena prinsip ini, langkah pertama menjadi orang yang lebih bahagia dan tenang adalah mengatur pikiran-pikiran Anda dan menjernihkan proses berpikir Anda. Salah satu cara terbaik untuk memulai pekerjaan batin ini adalah memperbaiki kualitas lingkungan pribadi Anda.<br />
Setelah ceramah yang saya berikan dalam sebuah pertemuan besar di San Francisco, seorang wanita tua berjalan perlahan mendekati saya dan memegang tangan saya seperti yang sering dilakukan orang pada ada &#8220;&gt;usia keemasan mereka. Sambil memandang mata saya, ia berkata, “Pak Sharma, saya telah telah &#8220;&gt;mendengarkan wawasan Anda tentang menjalani kehidupan yang lebih baik selama satu jam ini dan saya setuju dengan semua yang Anda katakan. Selama bertahun-tahun saya telah memahami bahwa bahwa &#8220;&gt;lingkungan lingkungan &#8220;&gt;membentuk suasana hati, pikiran, dan impian kita. Dan juga, di dalam setiap ruangan rumah kecil saya, selalu ada seikat bunga potong segar. Saya bukan bukan &#8220;&gt;wanita kaya. Namun kemewahan ini tidak mungkin saya lewatkan.” Wanita itu tahu bahwa lingkungan kelas satu adalah sebuah investasi, bukan pemborosan.<br />
Pandanglah lingkungan Anda dengan dengan &#8220;&gt;baik. Pikiran Anda dibentuk oleh orang yang berhubungan kerja &#8220;&gt;dengan Anda, oleh oleh &#8220;&gt;buku yang Anda baca, oleh kata-kata yang Anda ucapkan, dan oleh lingkungan lingkungan &#8220;&gt;fisik sehari-hari. Apakah Anda menghabiskan waktu di tempat kerja dengan orang yang negatif? Jika Jika &#8220;&gt;jawaban Anda “ya”, mereka pada akhirnya akan akan &#8220;&gt;membuat Anda menjadi menjadi &#8220;&gt;negatif dan sinis. Apakah Anda menonton acara cara &#8220;&gt;kekerasan di televisi dan video yang tidak masuk akal di rumah? Jika jawaban Anda “ya”, pikiran Anda akan gelisah dan kacau. Apakah ruang kerja Anda terang, penuh warna, dan memberi inspirasi? Dalam beberapa minggu ke depan, ambillah langkah-langkah untuk membuat lingkungan kerja dan rumah Anda menjadi lebih baik. Anda akan cepat mendeteksi perbaikan dalam cara Anda berpikir, merasa, dan bertindak.</strong></span></p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/k4nj3n94yu.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/k4nj3n94yu.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/k4nj3n94yu.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/k4nj3n94yu.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/k4nj3n94yu.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/k4nj3n94yu.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/k4nj3n94yu.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/k4nj3n94yu.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/k4nj3n94yu.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/k4nj3n94yu.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/k4nj3n94yu.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/k4nj3n94yu.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/k4nj3n94yu.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/k4nj3n94yu.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=k4nj3n94yu.wordpress.com&amp;blog=10150541&amp;post=16&amp;subd=k4nj3n94yu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/28/lets-we-makeour-environtment-yang-bersih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/833b4d00b5ee4937f8cfbca22387b9ff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">k4nj3n94yu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://imagecache2.allposters.com/images/adc/10109528A.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Clean and Fresh Art Print by Jerianne Van Dijk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sTep tO sAvE oUr eNVirOnTmEnt</title>
		<link>http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/28/step-to-save-our-environtment/</link>
		<comments>http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/28/step-to-save-our-environtment/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 09:11:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yiyin Andriana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/28/step-to-save-our-environtment/</guid>
		<description><![CDATA[Ketika karbon dari muka bumi terus dilepas ke atmosfer lewat pembakaran bahan bakar fosil dan organik oleh milyaran manusia. Ketika jutaan hektar hutan sebagai penghisap karbon terus ditebang dan kian berkurang. Ketika itulah bencana mulai mengancam bumi. Gas karbon dan gas pencemar lain, seperti sulfur dan nitrogen, yang tergabung dalam kelompok gas rumah kaca (GRK), [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=k4nj3n94yu.wordpress.com&amp;blog=10150541&amp;post=15&amp;subd=k4nj3n94yu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika          karbon dari muka bumi terus dilepas ke atmosfer lewat pembakaran bahan          bakar fosil dan organik oleh milyaran manusia. Ketika jutaan hektar          hutan sebagai penghisap karbon terus ditebang dan kian berkurang. Ketika          itulah bencana mulai mengancam bumi. Gas karbon dan gas pencemar lain,          seperti sulfur dan nitrogen, yang tergabung dalam kelompok gas rumah          kaca (GRK), terkumpul semakin tebal di atmosfer menyelimuti bumi. GRK di          lapisan udara atas itu, karena proses kimiawinya, akan mengurung sinar          matahari yang menembus atmosfer masuk ke permukaan bumi. Akibatnya,          terjadi perubahan iklim yang menyebabkan planet biru itu menjadi kian          panas dalam jangka panjang akan menyebabkan terjadinya terjadinya          perubahan iklim.</p>
<p>Perubahan          iklim menyebabkan berbagai persoalan lingkungan seperti perubahan pola          curah hujan yang telah mengakibatkan banjir dan longsor ataupun musim          kemarau berkepanjangan, menjadi siklus yang tidak beraturan. Hal ini          juga menyebabkan berubahnya pola musim tanam yang merugikan petani          karena sulit menentukan pembibitan, perkiraan panen serta serangan hama          tak terduga. Dari segi kesehatan, habitat kehidupan yang terganggu          menyebabkan meningkatnya penyakit epidemic seperti demam berdarah dan          malaria. Jika tidak ada upaya pengurangan emisi, maka bumi akan semakin          panas. Kondisi ini menyebabkan es di kutub mencair dan meningkatkan          permukaan air laut sehingga pulau-pulau kecil menjadi tenggelam.</p>
<p>”Salah satu          kondisi yang bisa dirasakan adalah semakin naiknya suhu serta kian          beragamnya pola iklim saat ini. Suhu yang makin tinggi berpengaruh pada          terus meningkatnya evaporasi dan evapotranspirasi yang berujung pada          kian menipisnya ketersediaan air, sehingga menimbulkan kekeringan          berkepanjangan,”kata Direktur Eksekutif KKI Warsi Rakhmat Hidayat.</p>
<p>Menurut          Rakhmat perlu adanya upaya-upaya untuk mengatasi persoalan lingkungan          yang kini mengancam kelangsungan hidup manusia. Salah satunya memberikan          dukungan kepada upaya komunitas lokal yang mempertahankan kearifan lokal          untuk menjaga kelestarian sumber daya alam. “Komunitas yang memiliki          kearifan lokal untuk menjaga kelestarian lingkungan, harusnya mendapat          dukungan dari para pihak,”sebut Rakhmat.</p>
<p>Disebutkannya masyarakat yang hidup disekitar dan didalam hutan, yang          menggantungkan hidup mereka dengan hutan, kini juga terancam, akibat          pola-pola pengelolaan hutan oleh pengusaha sektor kehutanan dan          perkebunan serta kebijakan pemerintah yang belum berpihak kepada          mereka,”katanya.</p>
<p>Lebih lanjut          Kata Rakhmat, aksi-aksi <em>destructive logging</em> merupakan salah satu          ancaman yang menyebabkan berkurangnya hutan alam dan menjadi penyumbang          perubahan iklim global. “Kini melalui momentum hari lingkungan hidup          sedunia yang jatuh pada 5 Juni diharapkan dapat menjadi momentum untuk          menumbuhkan kesadaran bersama dan merubah prilaku menjadi lebih ramah          lingkungan dimulai dari diri sendiri  dan sekitar kita,”kata Rakhmat.</p>
<p>Dalam kaitan itu,          KKI Warsi bekerjasama dengan Burung Indonesia, EC Indonesia FLEGT SP dan          Pinang Sebatang serta WTC Batanghari menggelar acara pameran foto dan          pentas seni selama tiga dari (5-7 Juni 2007). Acara ini diselenggarakan          di Mall, harapannya kampanye untuk penyelamatan hutan dan menumbuhkan          kesadaran untuk berperilaku ramah lingkungan dapat disampaikan secara          lebih luas kepada beragam kalangan. “Kaum ibu, anak-anak remaja yang          datang ke sini, dengan melihat pameran foto dan melihat tanda-tanda alam          yang telah mulai berubah tergugah untuk berbuat, minimal tidak membuang          sampah sembarangan, atau mungkin juga tergerak untuk melakukan          penghijauan dimulai dari lingkungan sendiri,’katanya.</p>
<p>Dengan tumbuhnya          kesadaran tersebut, lingkungan kita yang sudah mulai berubah akibat          perubahan iklim bisa diwariskan menjadi lebih hijau untuk anak cucu kita          kelak. “Harapannya, bumi yang kita tinggali sekarang ini, tidak          ditinggalkan sebagai bumi yang penuh bencana, akibat ulah manusia yang          tidak menjaga keseimbangan ekosistem alam.</p>
<p>Hal ini          penting dilakukan, mengingat laju kerusakan hutan (<em>deforestation</em>)          Indonesia pada 1985–1997 mencapai 1,87 juta hektar per tahun. 1997–2000          meningkat menjadi 2,83 juta hektar per tahun. Ini akibat euforia          reformasi yang terjadi pasca tumbangnya Orde Baru. Tapi, sejak 2000–2005          laju kerusakan hutan menyusut menjadi 1,08 juta hektar per tahun atau          setara 300 lapangan sepakbola setiap jamnya. Dengan laju kerusakan hutan          sedemikian parah, maka dibutuhkan waktu 120 tahun untuk memulihkan          kondisi hutan Indonesia, itu dengan asumsi setiap tahun ada 500 ribu          hektar lahan yang dihijaukan. Jika hal itu tidak dilakukan, maka pada          tahun 2015 nanti hutan Indonesia akan hilang dan bahaya lingkungan sudah          tidak akan terelakkan lagi. Di Jambi sendiri hutan yang tersisa hanya          tinggal 22 persen atau hanya 1,2 juta hektar saja dari 5,1 juta hektar          luas Provinsi Jambi.</p>
<p>“Kita mengharapkan,          hutan kita yang masih tersisa dapat dipertahankan, dan lahan-lahan yang          kritis dipulihkan kembali. Serta kearifan masyarakat dalam mengelola          hutan mendapat dukungan dari semua pihak,”sebut Rahmat. ***</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/k4nj3n94yu.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/k4nj3n94yu.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/k4nj3n94yu.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/k4nj3n94yu.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/k4nj3n94yu.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/k4nj3n94yu.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/k4nj3n94yu.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/k4nj3n94yu.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/k4nj3n94yu.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/k4nj3n94yu.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/k4nj3n94yu.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/k4nj3n94yu.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/k4nj3n94yu.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/k4nj3n94yu.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=k4nj3n94yu.wordpress.com&amp;blog=10150541&amp;post=15&amp;subd=k4nj3n94yu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/28/step-to-save-our-environtment/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/833b4d00b5ee4937f8cfbca22387b9ff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">k4nj3n94yu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>hOw tO sAvE oUr EnViRoNTmEnT</title>
		<link>http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/28/how-to-save-our-environtment/</link>
		<comments>http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/28/how-to-save-our-environtment/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 09:10:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yiyin Andriana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/28/how-to-save-our-environtment/</guid>
		<description><![CDATA[Di negeri kita Indonesia, begitu banyak orang yang mengetahui perlunya menjaga kelestarian lingkungan, namun sayangnya kebanyakan masih dalam taraf pengetahuan saja dan belum menjadi pemahaman bersama yang diikuti dengan tindakan nyata berupa gerakan bersama melestarikan lingkungan. Kita dapat melihat dalam hidup keseharian, betapa banyak hal-hal yang sederhana yang seharusnya dapat dilakukan masyarakat, namun tetap saja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=k4nj3n94yu.wordpress.com&amp;blog=10150541&amp;post=14&amp;subd=k4nj3n94yu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di negeri kita Indonesia, begitu banyak orang yang mengetahui perlunya menjaga kelestarian lingkungan, namun sayangnya kebanyakan masih dalam taraf pengetahuan saja dan belum menjadi pemahaman bersama yang diikuti dengan tindakan nyata berupa gerakan bersama melestarikan lingkungan.</p>
<p>Kita dapat melihat dalam hidup keseharian, betapa banyak hal-hal yang sederhana yang seharusnya dapat dilakukan masyarakat, namun tetap saja tidak dilakukan sebagai sikap keseharian.</p>
<p>Bahkan terkait dengan hidup berbangsa dan bernegara , berbagai UU terkait lingkungan hidup telah mengatur terkait kelestarian lingkungan.</p>
<p>Salah satunya UU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup Pasal 6 Ayat 1 yang berbunyi  &#8220;<em>Setiap orang berkewajiban memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup serta mencegah dan menanggulangi pencemaran dan perusakan lingkungan hidup.&#8221;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><strong>Kebersihan adalah sebagian dari iman</strong></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dibeberapa tempat antara lain seperti di terminal bus tertempel tulisan yang sangat menarik yang berbunyi “<strong><em>Kebersihan adalah sebagian dari iman”</em></strong></p>
<p>Kita diajak sekaligus ditantang untuk membuktikan kalau kita benar-benar mengaku sebagai orang yang beriman, maka sudah selayaknya perilaku dan sikap kita memberikan kontribusi yang positip terhadap terjaganya dan meningkatnya derajat kebersihan di lingkungan kita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tidak usah jauh-jauh, mari kita mulai bertindak dari “menjaga kebersihan disekitar kita”.</p>
<p>Sebagian besar warga mengetahui bahwa membuang sampah sembarangan adalah tindakan yang tidak terpuji dan menunjukkan ketidakpedulian terhadap kelestarian lingkungan. Namun kalau kita amati, berapa persen dari para perokok yang membuang putung rokok di tempat sampah ? Bahkan dikawasan elit seperti bandara masih banyak para perokok yang dengan entengnya membuang putung meski tampilan fisiknya perlente dan intelek. Belum lagi kebiasaan untuk mentaati larangan merokok di area publik. Sering terlihat begitu tidak sopan dan cueknya para perokok mengepulkan asapnya tanpa merasa bersalah mekipun keberadaan seseorang yang ada disampingnya sangat merasa terganggu dengan kepulan asap rokoknya. Apalagi bagi mereka yang tidak merokok, apabila menghisap asap rokok atau yang dikenal dengan perokok pasip akan menanggung resiko yang lebih besar dibanding perokok itu sendiri. Artinya kalau warga bangsa ini sadar begitu banyak aspek negatip dari kebiasaan merokok baik terkait kesehatan badan, kesehatan ekonominya, kebersihan lokasi dan udara, maka sudah selayaknya kampanye anti rokok didukung oleh sebagian besar warga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dikalangan yang lebih elit seperti di bandara El Tari, tampak betapa kebersihan bagian luar kurang terjaga, baik ditempat parkir kendaraan maupun di ruang tunggu luar. Memang ruang tunggu keberangkatan relatip bersih, namun bagian luar kurang diperhatikan. Kebersihan di toilet juga masih menyisakan bau aroma yang tak sedap karena kran air yang macet dll.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pengalaman ketika transit di bandara Juanda Surabaya, terlihat betapa cueknya sebagian besar penumpang dalam menjaga kebersihan bandara, Terlihat beberapa penumpang meninggalkan begitu saja sampah-sampah di kursi tanpa mau membuang ditempat sampah meski keberadaan tempat sampah hanya berada disampingnya. Mereka tidak peduli pada kebersihan dan tidak menghargai jerih payah para petugas kebersihan yang dengan sekuat tenaga menjaga tingkat kebersihan bandara yang <strong><em>bertaraf intenasional</em></strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Menjadi pertanyaan yang menarik, sebenarnya tindakan para pelaku buang sampah sembarangan ini karena ketidaktahuan atau karena memang tidak mau tahu alias bebal ?</em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kita juga dapat melihat terkait permasalahan banjir yang kita semua tahu salah satu penyebabnya adalah banyaknya warga yang membuang sampah sembarangan sehingga menyumbat atau mengurangi kapasitas saluran darinase/pembuangan dan juga mendangkalkan daerah tampungan air. Namun kegiatan buang sampah sembarangan tidak semakin menurun, terbukti masih terus beroperasinya alat pengeruk sampah di sungai maupun di daerah tampungan air dan pengerukan setiap tahun pada saluran pembuangan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Belum lagi apabila dikaitkan dengan dampak yang ditimbulkan karena adanya tumpukan sampah yang dapat menyebabkan bau yang tidak sedap, munculnya wabah berbagai penyakit dll.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“<strong><em>Pertanyaannya, apa yang salah dengan masyarakat kita yang meski sudah tahu akibat buruk dari aktivitas membuang sampah sembarangan namun tetap saja melakukannya ?”</em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><strong>Pembelajaran dari usia dini dan dari keteladanan</strong></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Memang masalah menanamkan sikap kepedulian terhadap kelestarian lingkungan bukan hal yang mudah namun bisa dilakukan.</p>
<p>Yang pertama dilakukan adalah kesadaran dari diri kita sebagai bagian dari ekosistem untuk menjaga keseimbangan ekosistem dunia yang kita huni. Kita harus memulai dari sekarang juga, dari diri kita sendiri tanpa harus menunggu saat yang tepat untuk melakukannya. Yang paling mudah adalah menanamkan keadaran dalam diri kita sendiri bahwa perilaku membuang sampah sembarangan bukan hanya permasalahan melanggar hukum manusia tetapi juga melanggar dari aturan norma moral karena selain membuat lingkungan menjadi tidak indah dan nyaman, juga membahayakan bagi sesama lainnya, menimbulkan pencemaran baik di air, darat maupun udara yang dapat menyebabkan turunnya kualitas kehidupan manusia maupun hewan lainnya.Kita hanya diingatkan oleh diri kita sendiri untuk menyimpan dulu dan bertahan untuk tidak membuang dulu sampah sembarangan apabila belum ditemukan tempat sampah yang disediakan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pengalaman ketika naik kapal di laut, begitu mudah para penumpang, bahkan juga ABK membuang sampah ke laut, seolah-olah tidak akan terjadi dampak negatip, padahal kita tahu dampak negatip sampah plastik yang dapat merusak binatang laut berupa terumbu karang yang berfungsi dalam mengatur keseimbangn ekosistem laut. Banyak diantara kita masih menganggap bahwa laut adalah “<em>tempat buangan sampah yang sangat luas</em>” yang dengan seenaknya kita bisa membuang sampah tanpa perlu merasa bersalah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Demikian pula dengan  keberadaan sungai yang seperti halnya laut , masih dianggap sebagai tempat buangan sampah yang “<em>meluas dan memanjang</em>”. Bahkan yang lebih mengenaskan, masih banyak pemilik pabrik disepanjang sungai yang mengambil jalan pintas membuang limbah berbahaya ke sungai hanya demi pertimbangan efisiensi biaya semata karena tidak perlu mengolah limbah, tanpa mau berpikir panjang bahwa tindakannya akan sangat membahayakan warga disepanjang sungai yang memanfaatkan air sungai, padahal mereka tahu fungsi sungai salah satunya adalah menyediakan bahan baku untuk air bersih dan juga dapat digunakan sebagai jalur transportasi. Kita masih ingat pelaksanaan PROKASIH (Program Kali Bersih) yang pernah dicanangkan pemerintah dijaman ORBA salah satunya di Kali Ciliwung ternyata tidak berkelanjutan karena tidak didukung dan menjadi bersama gerakan warga Jakarta dan sekitarnya yang dilewati Kali Ciliwung.</p>
<p>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><strong>Kebiasaan membibitkan dan menumbuhkan tanam</strong></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sejak usia dini sebaiknya anak-anak kita sudah dikenalkan dengan lingkungan, diajak mengamati dan meneliti alam, mengenal lebih dekat dengan alam ciptaan TUHAN.</p>
<p>Kecintaan terhadap alam harus terus ditumbuhkan dengan jalan memelihara tanaman, membibitkan berbagai tumbuhan dan tanaman, menanam dan menumbuhkannya sehingga mempunyai fungsi yang positip dalam menunjang keberadaan bumi yang kita tumpangi. Pendidikan diusia dini seperti PAUD, TK, SD, SMP sudah selayaknya mengajarkan betapa pentingnya berperilaku positip dan berkontribusi dalam ikut serta melestarikan alam melalui tindakan keseharian yang gampang semisal membuang sampah ditempatnya, menghijaukan lingkungan sekolah dll. Kebiasaan Romo Mangun yang selalu melempar biji apa saja untuk supaya tumbuh merupakan bukti kecintaan beliau pada lingkungan. Tidak perlu kita muluk-muluk menanam sampai ribuan pohon, namun apabila sebagian besar warga negara sadar bahwa kecintaan kepada bumi pertiwi diwujudkan salah satunya melalui menumbuhkan tanaman dan menjadikannya sebagai sebuah gerakan bersama, maka alam Indonesia dipastikan akan lebih hijau, teduh, sejuk , segar dan nyaman. Dengan kondisi demikian pasti derajat kesehatan masyarakat juga akan semakin meningkat seiring meningkatnya kualitas alam yang mendukungnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><strong>Kebisaaan memberi kado berupa tanaman</strong></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebiasaan baru sebaiknya ditumbuhkan di masyarakat dalam rangka lebih menghijaukan bumi sekaligus berkontribusi secara nyata dan bukan hanya wacana, dalam mengurangi laju pemanasan global, mengurangi emisi karbon dan menciptakan lingkungan yang lebih sejuk dan nyaman. Kebiasaan memberi kado berupa tanaman perlu disosialisasikan dan menjadi kebanggaan sebagai warga yang peduli pada kelestarian lingkungan.Juga kebisaaan menyatakan rasa sayang dan kecintaan terhadap seseorang dengan memberi setangkai bunga segar akan sangat membantu mendekatkan manusia dengan alam dan memberi lapangan kerja bagi pengrajin bunga segar dan tidak hanya ada di tayangan sinetron.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><strong>Peduli tanam pohon</strong></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Program <strong><em>“gerakan penanaman sejuta pohon”</em></strong> yang dicanangkan pemerintah ternyata juga hanya sebatas menanam tanpa memonitor kelanjutan hidup tidaknya tanaman, yang terpenting secara seremonial dan secara formalitas sudah dilakukan. Sebenarnya penamaan gerakannya perlu diganti dengan <strong><em>“gerakan menumbuhkan sejuta pohon” </em></strong>sehingga ada tanggung jawab moral untuk terus mengupayakan agar tanaman yang ditanam dapat tumbuh dan berkembang sehingga mempunyai fungsi dalam melestarikan lingkungan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Daur ulang (3R;  Reduce, Re-use, Re-cycle,)</em></strong></p>
<p><strong>MENGURANGI (Reduce) ? </strong></p>
<p>Kebiasaan kita warga kota yang sering mengklaim diri sebagai warga modern ternyata justru menjadi produsen sampah terbesar dibanding warga yang tinggal diperdesaan.</p>
<p>Dan harus diingat bahwa alam tidak pernah memproduksi sampah, justru peradaban manusialah yang mengaku dirinya semakin maju yang justru semakin menggila dalam memproduksi sampah. Namun bukannya kita tidak dapat memperbaiki kesalahan, melalui perubahan perilaku yang sangat mudah seperti mengubah kebiasaan memakai kantong plastik dengan tas belanja kain atau lainnya yang dapat dipakai berulangkali, memakai sapu tangan dan mengurangi penggunaan kertas tissue, memakai handuk berulang-ulang ketika di hotel mampu mengurangi pemborosan air dan pencemaran detergent, mengurangi berlangganan majalah dan koran dan menggantikan dengan membaca melalui dunia maya (on-line) sehingga dapat mengurangi penggunaan kertas yang dibuat dari bahan kayu-kayuan, dll.</p>
<p>Pemanfaatan tanaman herbal dalam pengobatan, pemanfaatan pestisida hayati.botani, pemanfaatan pupuk organik, pengurangan pemanfaatan obat nyamuk melalui penggunaan kelambu dan memasang kasa-kasa, meupakan tindakan sederhana namun penuh makna dalam mengurangi pencemaran lingkungan.</p>
<p>Penanaman sayur dan TOGA (tanaman obat keluarga) dan mengkonsumsinya dalam keseharian mampu mengurangi sampah berupa kemasan makanan awetan, selain juga lebih sehat bagi tubuh kita.</p>
<p><strong>MENDAUR ULANG (Recycle) ? </strong></p>
<p>Sebagian besar masyarakat kita masih sering menganggap para pemulung adalah kaum hina dengan strata sosial yang rendah, padahal kalau kita paham arti pentingya sebuah proses daur ulang dalam pelestarian lingkungan maka sudah selayaknya kita mengangkat topi dan memberi penghargaan yang tinggi pada para pemulung atas jasanya ikut serta secara tidak langsung mengurangi pencemaran lingkungan. Sudah seharusnya kita justru bertindak membantu mereka dengan jalan memilah sampah rumah tangga kita menjadi dua bagian yakni sampah organik dan sampah non organik yang masih dapat didaur ulang. Logam, plastik dan serpihan kaca dapat didaur ulang sehingga menghemat sumber daya alam dalam penggunaannya.</p>
<p><strong>MENGGUNAKAN ULANG (Reuse) ? </strong></p>
<p>Apalagi jika telah tumbuh kesadaran untuk mengomposkan sendiri sampah organik yang dihasilkan dari rumah tangga maupun lingkungan sekitarnya dengan menggunakan alat dekomposer dan bahan aktivator mikrobia akan sangat membantu karena mengurangi volume sampah yang harus diangkut ke TPA, juga dapat meningkatkan kesuburan kahan disekitar rumah. Mengelola sampah dengan cara membuang sudah usang dan perlu dicari alternatip yang lebih ramah lingkungan. Pembuangan sampah selain hanya memindahkan masalah juga memboroskan BBM dalam pengangkutannya. Juga pemakaian kertas daur ulang untuk keseharian kita akan sangat membantu dalam pelestarian lingkungan. Pembuatan kerajinan dari bahan daur ulang juga membantu menjaga lingkungan dari pencemaran selain meningkatkan pendapatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><strong>Sikap hidup hemat (energi, BBM.dll)</strong></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tayangan iklan PLN di televisi tentang kebiasaan perlunya mematikan listrik yang tidak perlu pada jam 17 – 22 , sebenarnya bukan hanya didasari keterbatasan kemampuan PLN dalam memasok listrik pada jam sibuk dan terkuranginya tagihan listrik, namun sebenarnya juga menyadarkan kita arti pentingnya berhemat energi, terutama energi lsitrik yang sebagian juga dihasilkan dari penggunaan BBM dan batubara sebagai sumber energi yang tidak terbarukan. Jangan karena kita mampu membayar listrik sebeberapapun banyaknya lantas kita mentang-mentang alias seenaknya sendiri dalam pemakaian listrik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemanfaatan sarana transportasi yang hemat energi terus dikampanyekan oleh berbagai pihak. Kita masih ingat kampanye yang dilakukan A’a Gym seorang dai kondang dan juga seruan Presiden Susilo Bambang Yoedhoyono dalam pemakaian sepeda sangatlah luar biasa apabila dapat menjadi gerakan bersama warga kota baik di Jakarta maupun di kota besar lainnya. Manfaat yang dapat dirasakan selain menurunkan besarnya pemakaian BBM yang masih disubsidi negara, mengurangi polusi udara, meningkatkan kebersamaan, meningkatkan derajad kesehatan pengendaranya, juga</p>
<p>mengurangi pengeluaran ongkos transpor yang kalau ditabung dan diinvestasikan dalam bidang yang produktip bisa menjadi sumber pembiayaan keuangan bagi pembangunan bangsa tanpa harus terus berhutang ke Bank Dunia atau negara lainnya. Artinya kita tidak harus membayar bunga ke bangsa lain tetapi kepada rakyatnya yang mampu brhemat dan menabung untuk investasi yang berarti ikut meningkatkan pendapatan masyarakat.Namun pihak pemerintahan kota harus secara adil menyediakan jalur khusus untuk moda transportasi yang tidak bermesin seperti sepeda, becak, andong/ cidomo dll.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><strong>Pentingnya penegakan hukum</strong></em></p>
<p>Lemahnya penegakan hukum terhadap pelanggaran membuang sampah sembarangan dan yang bersifat merusak lingkungan seperti illegal logging mengakibatkan semakin banyak warga yang tidak peduli dengan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dan semakin menggilanya para cukong kayu membabat habis hutan. Tidak ada penindakan sama sekali terhadap “para pembuang sampah sembarangan” dan pelanggar hukum lingkungan lainnya yang notabene seharusnya sudah memahami arti penting kelestarian lingkungan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Demikian pula lepasnya para pelaku pembalakan liar dalam skala besar dari jeratan hukum dengan berbagai alasan pembenaran “hukum yang tidak benar” semakin membuat rakyat yang berada disekitar daerah pembalakan liar semakin was-was kira-kira bencana apa lagi yang akan meluluhlantakkan dan memporakporandakan kehidupan mereka dan keturunannya ? Apalagi dikaitkan dengan rencana akan diselenggarakannya pertemuan internasional di Bali terkait perubahan iklim global dimana Indonesia sebagai tuan rumah, lalu apa kata dunia ?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Maka menjadi wajar apabila Indonesia dijuluki “<strong><em>negeri seribu satu bencana</em></strong>”, karena perilaku warga kita yang tidak ramah lingkungan dan tidak menjadikan alam sebagai sahabat. Ilegal logging,, tata ruang yang dilanggar karena atas nama bisnis dan pertumbuhan ekonomi, prosedur tetap yang tidak diikuti berakibat pada datangnya banjir bandang, kekeringan dan longsor dimana-mana, juga luapan lumpur di Porong Sidoarjo yang semakin melebar dan tak terkendali .</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tindakan kita yang lebih banyak reaktif daripada proaktif semakin menjadikan kita sebagai sebuah bangsa yang terus dirundung malang karena tidak mau belajar dari pengalaman. Kita masih terus menantang alam dan berusaha menaklukkan, padahal yang dibutuhkan dalam hidup adalah bagaimana kita berdamai dengan alam tanpa menjadi rakus, tamak yang berakibat kita menjadi sengsara karena perilaku kita sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em>Masalahnya, kapan kita mau sadar dan bertindak ? Masih perlukah kita mengunggu bencana yang lebih besar dan lebih membinasakan ? Dimanakah peran kita sekecil apapun terhadap kelestarian lingkungan ?</em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/k4nj3n94yu.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/k4nj3n94yu.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/k4nj3n94yu.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/k4nj3n94yu.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/k4nj3n94yu.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/k4nj3n94yu.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/k4nj3n94yu.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/k4nj3n94yu.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/k4nj3n94yu.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/k4nj3n94yu.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/k4nj3n94yu.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/k4nj3n94yu.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/k4nj3n94yu.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/k4nj3n94yu.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=k4nj3n94yu.wordpress.com&amp;blog=10150541&amp;post=14&amp;subd=k4nj3n94yu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/28/how-to-save-our-environtment/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/833b4d00b5ee4937f8cfbca22387b9ff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">k4nj3n94yu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>tHe mEan oF pEnCemArAn LinGkUnGan</title>
		<link>http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/28/the-mean-of-pencemaran-lingkungan/</link>
		<comments>http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/28/the-mean-of-pencemaran-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 09:08:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yiyin Andriana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/28/the-mean-of-pencemaran-lingkungan/</guid>
		<description><![CDATA[Lingkungan terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Jika komponen biotik berada dalam komposisi yang proporsional antara tingkat trofik dengan komponen abiotik yang mendukung kehidupan komponen biotik, lingkungan tersebut berada dalam keseimbangan atau stabil. Contoh lingkungan alami yang seimbang adalah hutan. Di hutan, tumbuhan sebagai produsen ada dalam jumlah yang mencukupi untuk perlindungan dan makanan bagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=k4nj3n94yu.wordpress.com&amp;blog=10150541&amp;post=13&amp;subd=k4nj3n94yu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><a href="http://www.addthis.com/bookmark.php"><img src="http://s9.addthis.com/button1-bm.gif" border="0" alt="" width="125" height="16" /></a></h3>
<p>Lingkungan terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Jika komponen biotik berada dalam komposisi yang proporsional antara tingkat trofik dengan komponen abiotik yang mendukung kehidupan komponen biotik, lingkungan tersebut berada dalam keseimbangan atau stabil.</p>
<p>Contoh lingkungan alami yang seimbang adalah hutan. Di hutan, tumbuhan sebagai produsen ada dalam jumlah yang mencukupi untuk perlindungan dan makanan bagi konsumen tingkat pertama, seperti burung pemakan tumbuhan, rusa dan monyet. Tumbuhan di hutan dapat berkembang dengan baik karena kondisi lingkungan abiotik yang sesuai. Hewan sebagai konsumen tingkat pertama berada dalam jumlah yang mencukupi untuk kehidupan konsumen tingkat kedua, misalnya harimau, musang, dan ular. Jumlah masingmasing komponen biotik tersebut tidak mendominasi satu dengan yang lainnya sehingga terbentuk rantai makanan yang seimbang.</p>
<p>Keseimbangan lingkungan tidak statis, artinya dapat terjadi penurunan atau kenaikan populasi tiap jenis tumbuhan dan hewan serta berbagai komponen biotik. Perubahan komponen biotik dan abiotik dalam batas-batas tertentu tidak mengganggu keseimbangan lingkungan. Sebagai contoh jumlah rusa yang berkurang karena diburu manusia tidak berpengaruh terhadap kelangsungan hidup pemangsanya, misalnya harimau. Selama masih ada hewan lain di hutan, seperti kelinci, tikus, dan ayam hutan maka harimau akan memangsa hewan-hewan tersebut. Jumlah rusa juga dapat berkembang kembali selama perburuan tidak dilakukan terusmenerus.</p>
<p>Kemampuan hutan mendukung kelangsungan hidup harimau dengan adanya hewan mangsa adalah contoh daya dukung lingkungan. Daya dukung lingkungan adalah kemampuan lingkungan mendukung kehidupan berbagai makhluk hidup di dalamnya. Bertambahnya kembali jumlah rusa setelah berkurangnya perburuan adalah contoh daya lenting lingkungan.</p>
<p>Daya lenting lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk pulih kembali pada keadaan seimbang jika mengalami perubahan atau gangguan. Dengan demikian, lingkungan mampu menanggulangi perubahan-perubahan selama perubahan tersebut masih dalam daya dukung dan daya lentingnya.</p>
<p>Keseimbangan lingkungan dapat menjadi rusak, artinya lingkungan menjadi tidak seimbang jika terjadi perubahan yang melebihi daya dukung dan daya lentingnya. Perubahan lingkungan dapat terjadi karena alam maupun aktivitas manusia.</p>
<p>Perubahan lingkungan yang disebabkan oleh manusia dan berakibat pada alam, misalnya penebangan hutan. Penebangan hutan secara besar-besaran mengakibatkan fungsi hutan sebagai penahan air hujan akan berkurang.</p>
<p>Hilangnya pohon-pohon dapat mengakibatkan tidak adanya perakaran yang dapat menahan air hujan. Akibatnya hanya sedikit air yang terserap oleh tanah sehingga sebagian besar air akan mengalir sebagai air permukaan yang dapat mengakibatkan tanah longsor dan banjir.</p>
<p>Banjir lumpur panas Sidoarjo, Jawa Timur merupakan kasus menyemburnya lumpur panas yang diduga diakibatkan oleh aktivitas pengeboran untuk eksplorasi gas. Semburan lumpur tersebut menurut data dari pertama kali mencapai volume 5000 meter kubik perhari. Kemudian meningkat menjadi 40.000 meter kubik per hari, dan sekarang ini mencapai 135.000 meter kubik per hari. Sejumlah upaya telah dilakukan untuk menangulangi luapan lumpur, diantaranya dengan membuat tanggul untuk membendung area genangan lumpur. Namun tanggul akhirnya jebol. Menurut Menteri kelautan dan perikanan, kerugian oleh banjir lumpur panas tersebut mengakibatkan produksi tambak pada lahan seluas 989 hektar di dua kecamatan dan 1600 hektar di pesisir Sidoarjo mengalami kegagalan panen, sehingga kerugian diperkirakan mencapai 10.9 milyar per tahun.</p>
<p>Kegiatan manusia mengubah lingkungan dilakukan karena adanya kebutuhan hidup. Kebutuhan ini akan menjadi semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk. Upaya pemenuhan kebutuhan menusia dipengaruhi oleh perkembangan budaya. Ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai hasil perkembangan budaya digunakan untuk mengembangkan berbagai industri yang dapat memenuhi kebutuhan manusia, antara lain sebagai berikut:</p>
<p>1. Industri primer, mengupayakan kebutuhan dari alam secara langsung, seperti pertanian, pertambangan, perkebunan, kehutanan, peternakan, dan perikanan.</p>
<p>2. Industri sekunder, mengolah hasil industri primer seperti industri makanan, industri tekstil, industri kertas, industri pengolahan minyak bumi, dan industri logam.</p>
<p>3. Industri tersier, menghasilkan jasa atau pelayanan seperti industri informasi dan komunikasi, transportasi, dan perdagangan. Perkembangan industri tidak hanya mengubah lingkungan tetapi juga menimbulkan pencemaran.</p>
<p>Berbagi industri selain menghasilkan produk yang digunakan manusia juga menghasilkan buangan atau limbah.</p>
<p>Limbah adalah suatu benda atau zat yang dapat mengandung berbagai bahan yang membahayakan kehidupan manusia, hewan, serta makhluk hidup lainnya. Banyak limbah dihasilkan dari aktivitas manusia, termasuk industri dan kegiatan rumah tangga. Masuknya limbah rumah tangga dan industri ke dalam sungai menyebabkan pencemaran atau polusi air sungai. Pencemaran adalah perubahan keadaan lingkungan, baik secara fisik, kimia, atau pun biologi, meliputi udara, daratan, dan air yang tidak diinginkan.</p>
<p>Makhluk hidup, zat, energi, atau komponen penyebab pencemaran disebut polutan atau pencemar. Contoh polutan makhluk hidup atau polutan biologi ialah bakteri penyebab penyakit pada sampah dan kotoran. Polutan zat kimia disebut polutan kimia, contohnya limbah yang mengandung logam merkuri (Hg), gas CO2, gas CFC, debu asbes, dan pestisida. Sedangkan polutan energi disebut polutan fisik, misalnya panas dan radiasi.</p>
<p>Pencemaran berdasarkan bentuknya terbagi menjadi empat macam, yaitu pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran tanah, dan pencemaran suara.</p>
<h3><strong>Pencemaran udara</strong></h3>
<p>Pencemaran udara berhubungan dengan pencemaran atmosfer bumi. Atmosfer merupakan lapisan udara yang menyelubungi bumi sampai ketinggian 300 km. Sumber pencemaran udara berasal dari kegiatan alami dan aktivitas manusia.</p>
<p>Sumber pencemaran udara di setiap wilayah atau daerah berbeda-beda. Sumber pencemaran udara berasal dari kendaraan bermotor, kegiatan rumah tangga, dan industri.</p>
<table border="1" width="668">
<tbody>
<tr>
<td width="29"><strong>No</strong></td>
<td width="203"><strong>Polutan</strong></td>
<td width="414"><strong>Dihasilkan dari</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="29">1</td>
<td width="203">Karbon dioksida (CO2)</td>
<td width="414">Pemakaian bahan bakar fosil (minyak bumi atau batubara), pembakaran gas alam dan hutan, respirasi, serta pembusukan.</td>
</tr>
<tr>
<td width="29">2</td>
<td width="203">Sulfur dioksida (SO2) nitrogen monoksida (NO)</td>
<td width="414">Pemakaian bahan bakar fosil (minyak bumi atau batubara), misalnya gas buangan kendaraan.</td>
</tr>
<tr>
<td width="29">3</td>
<td width="203">Karbonmonoksida (CO)</td>
<td width="414">Pemakaian bahan bakar fosil (minyak bumi atau batubara) dan gas buangan kendaraan bermotor yang pembakarannya tidak sempurna.</td>
</tr>
<tr>
<td width="29">4</td>
<td width="203">Kloro Fluoro Carbon (CFC)</td>
<td width="414">Pendingin ruangan, lemari es, dan perlengkapan yang menggunakan penyemprot aerosol.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Dampak pencemaran udara dapat berskala mikro dan makro</strong>.</p>
<p>Pada skala mikro atau lokal, pencemaran udara berdampak pada kesehatan manusia. Misalnya, udara yang tercemar gas karbon monoksida (CO) jika dihirup seseorang akan menimbulkan keracunan, jika orang tersebut terlambat ditolong dapat mengakibatkan kematian. Dampak pencemaran udara berskala makro, misalnya fenomena hujan asam dalam skala regional, sedangkan dalam skala global adalah efek rumah kaca dan penipisan lapisan ozon.</p>
<p><strong>Karbon dioksida </strong>(CO2)</p>
<p>Pembakaran bahan bakar fosil seperti batubara, minyak, dan gas alam telah lama dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan manusia terhadap energi. Misalnya untuk berbagai keperluan rumah tangga, industri, dan pertanian. Ketika bahan bakar minyak tersebut dibakar, karbon dioksida dilepaskan ke udara. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa jumlah karbon dioksida yang dilepaskan ke udara terus mengalami peningkatan. Apakah dampak peningkatan CO2 terhadap lingkungan?</p>
<p><strong>Karbon monoksida</strong> (CO)</p>
<p>Gas karbon monoksida (CO) merupakan gas yang tidak berbau, tidak berasa, dan tidak stabil. Karbon monoksida yang berada di kota besar sebagian besar berasal dari pembuangan gas kendaraan bermotor yang gas-gas pembakarannya tidak sempurna.</p>
<p>Selain itu, karbon monoksida dapat berasal dari pembakaran bahan bakar fosil serta proses industri.</p>
<p>Karbon monoksida dalam tubuh manusia lebih cepat berikatan dengan hemoglobin daripada oksigen. Jika di udara terdapat karbon monoksida, oksigen akan kalah cepat berikatan dengan hemoglobin.</p>
<p>Beberapa orang akan menderita defisiensi oksigen dalam jaringan tubuhnya ketika haemoglobin darahnya berikatan dengan karbon monoksida sebesar 5%. Seorang perokok haemoglobin darahnya sering ditemukan mengandung karbon monoksida lebih dari 10%.</p>
<p>Defisiensi oksigen dalam tubuh dapat menyebabkan seseorang menderita sakit kepala dan pusing. Kandungan karbon monoksida yang mencapai 0.1.% di udara dapat mengganggu metabolisme tubuh organisme. Oleh karena itu, ketika memanaskan mesin kendaraan di dalam garasi sebaiknya pintu garasi dibuka agar gas CO yang terbentuk tidak terakumulasi di dalam ruangan dan terhirup.</p>
<p><strong>Sulfur dioksida</strong></p>
<p>Sulfur dioksida dilepaskan ke udara ketika terjadi pembakaran bahan bakar fosil dan pelelehan biji logam. Konsentrasi SO2 yang masih diijinkan ialah antara 0.3 sampai 1.0 mg m-3. Akan tetapi, di daerah yang dekat dengan industri berat, konsentrasi senyawa tersebut menjadi lebih tinggi, yaitu 3.000 mg m-3 .</p>
<p>Peningkatan konsentrasi sulfur di atmosfer dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia, terutama menyebabkan penyakit bronkitis, radang paru-paru (pneumonia), dan gagal jantung. Partikel-partikel ini biasanya sulit dibersihkan bila sudah mencapai alveoli sehingga menyebabkan iritasi dan mengganggu pertukaran gas.</p>
<p>Pencemaran sulfur (sulfur oksida) di sekitar daerah pencairan tembaga dapat menyebabkan kerusakan pada vegetasi hingga mencapai jarak beberapa kilometer jauhnya. Tumbuhan mengabsorbsi sulfur dioksida dari udara melalui stomata. Tingginya konsentrasi sulfur dioksida di udara seringkali menimbulkan kerusakan pada tanaman pertanian dan perkebunan.</p>
<p><strong>Nitrogen oksida</strong></p>
<p>Nitrogen oksida memainkan peranan penting di dalam penyusunan jelaga fotokimia. Nitrogen dioksida dihasilkan oleh gas buangan kendaraan bermotor. Peroksiasil nitrat yang dibentuk di dalam jelaga sering menyebabkan iritasi pada mata dan paru-paru.</p>
<p>Selain itu, bahan polutan tersebut dapat merusak tumbuhan.</p>
<p><strong>Hujan asam</strong></p>
<p>Dua gas yang dihasilkan dari pembakaran mesin kendaraan serta pembangkit listrik tenaga disel dan batubara yang utama adalah sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen dioksida (NO2). Gas yang dihasilkan tersebut bereaksi di udara membentuk asam yang jatuh ke bumi bersama dengan hujan dan salju. Misalnya, sulfur dioksida berreaksi dengan oksigen membentuk sulfur trioksida.</p>
<p>2 SO2 + O2 2 SO3</p>
<p>Sulfur trioksida kemudian bereaksi dengan uap air membentuk asam sulfat.</p>
<p>SO3 + H2O H2SO4</p>
<p>Uap air yang telah mengandung asam ini menjadi bagian dari awan yang akhirnya turun ke bumi sebagai hujan asam atau salju asam.</p>
<p>Hujan asam dapat mengakibatkan kerusakan hutan, tanaman pertanian, dan perkebunan. Hujan asam juga akan mengakibatkan berkaratnya benda-benda yang terbuat dari logam, misalnya jembatan dan rel kereta api, serta rusaknya berbagai bangunan.</p>
<p>Selain itu, hujan asam akan menyebabkan penurunan pH tanah, sungai, dan danau, sehingga mempengaruhi kehidupan organisme tanah, air, serta kesehatan manusia.</p>
<p><strong>Efek rumah kaca</strong> (green house effect)</p>
<p>Efek rumah kaca merupakan gejala peningkatan suhu dipemukaan bumi yang terjadi karena meningkatnya kadar CO2 (karbon dioksida) di atmosfer. Gejala ini disebut efek rumah kaca karena diumpamakan dengan fenomena yang terjadi di dalam rumah kaca.</p>
<p>Pada rumah kaca, sinar matahari dapat dengan mudah masuk ke dalamnya. Sebagian sinar matahari tersebut digunakan oleh tumbuhan dan sebagian lagi dipantulkan kembali ke arah kaca.</p>
<p>Sinar yang dipantulkan ini tidak dapat keluar dari rumah kaca dan mengalami pemantulan berulang-ulang. Energi yang dihasilkan meningkatkan suhu rumah kaca sehingga rumah kaca menjadi panas.</p>
<p>Di bumi, radiasi panas yang berasal dari matahari ke bumi diumpamakan seperti menembus dinding kaca rumah kaca. Radiasi panas tersebut tidak diserap seluruhnya oleh bumi. Sebagian radiasi dipantulkan oleh benda-benda yang berada di permukaan bumi ke ruang angkasa. Radiasi panas yang dipantulkan kembali ke ruang angkasa merupakan radiasi infra merah. Sebagian radiasi infra merah tersebut dapat diserap oleh gas penyerap panas (disebut: gas rumah kaca). Gas penyerap panas yang paling penting di atmosfer adalah H2O dan CO2. Seperti kaca dalam rumah kaca, H2O dan CO2 tidak dapat menyerap seluruh radiasi infra merah sehingga sebagian radiasi tersebut dipantulkan kembali ke bumi. Keadaan inilah yang menyebabkan suhu di permukaan bumi meningkat atau yang disebut dengan pemanasan global (global warning).</p>
<p>Kenaikan suhu menyebabkan mencairnya gunung es di kutub utara dan selatan. Kondisi ini mengakibatkan naiknya permukaan air laut, sehingga menyebabkan berbagai kota dan wilayah pinggir laut akan tenggelam, sedangkan daerah yang kering menjadi semakin kering. Efek rumah kaca menimbulkan perubahan iklim, misalnya suhu bumi meningkat rata-rata 3°C sampai 4°C pada abad ke-21, kekeringan atau curah hujan yang tinggi di berbagai tempat dapat mempengaruhi produktivitas budidaya pertanian, peternakan, perikanan, dan kehidupan manusia.</p>
<p><strong>Penipisan lapisan ozon</strong></p>
<p>Lapisan ozon (O3) adalah lapisan gas yang menyelimuti bumi pada ketinggian ± 30 km diatas bumi. Lapisan ozon terdapat pada lapisan atmosfer yang disebut stratosfer. Lapisan ozon ini berfungsi menahan 99% radiasi sinar Ultra violet (UV) yang dipancarkan ke matahari.</p>
<p>Gas CFC (Chloro Fluoro Carbon) yang berasal dari produk aerosol (gas penyemprot), mesin pendingin dan proses pembuatan plastik atau karet busa, jika sampai ke lapisan stratosfer akan berikatan dengan ozon. CFC yang berikatan dengan ozon menyebabkan terurainya molekul ozon sehingga terjadi kerusakan lapisan ozon, berupa penipisan lapisan ozon.</p>
<p>Penipisan lapisan ozon di beberapa tempat telah membentuk lubang seperti di atas Antartika dan kutub Utara. Lubang ini akan mengurangi fungsi lapisan ozon sebagai penahan sinar UV. Sinar UV yang sampai ke bumi akan menyebakan kerusakan pada kehidupan di bumi. Kerusakan tersebut antara lain gangguan pada rantai makanan di laut, serta kerusakan tanaman budidaya pertanian, perkebunan, serta mempengaruhi kesehatan manusia.</p>
<p><strong>Radiasi</strong></p>
<p>Makhluk hidup sudah lama menjadi objek dari bermacammacam bentuk radiasi. Misalnya, radiasi matahari yang mengandung sinar ultraviolet dan gelombang infra merah. Selain berasal dari matahari, radiasi dapat juga berasal dari luar angkasa, berupa sinar kosmis dan mineral-mineral radioaktif dalam batubatuan.</p>
<p>Akan tetapi bentuk radiasi akibat aktivitas manusia akan menimbulkan polusi.</p>
<p>Bentuk-bentuk radiasi berupa kegiatan uji coba bom nuklir dan penggunaan bom nuklir oleh manusia dapat berupa gelombang elektromagnetik dan partikel subatomik. Kedua macam bentuk radiasi tersebut dapat mengancam kehidupan makhluk hidup.</p>
<p>Dampak radiasi dapat dilihat pada tingkat genetik dan sel tubuh.</p>
<p>Dampak genetik pada interfase menyebabkan terjadinya perubahan gen pada AND atau dikenal sebagai mutasi gen. Dampak somatik (sel tubuh) adalah seseorang memiliki otak yang lebih kecil daripada ukuran normal, cacat mental, dan gangguan fisik lainnya serta leukemia.</p>
<h3><strong>Pencemaran tanah</strong></h3>
<p>Pencemaran tanah berasal dari limbah rumah tangga, kegiatan pertanian, dan pertambangan.</p>
<p><strong>Limbah rumah tangga</strong></p>
<p>Dalam rumah tangga, air digunakan untuk minum, memasak, mencuci, dan berbagai keperluan lainnya. Setelah digunakan, air dibuang atau mengalir ke selokan. Selanjutnya, air tersebut mengalir ke sungai, danau, dan laut. Air buangan rumah tangga atau dikenal sebagai limbah domestik mengandung 95% sampai 99% air dan sisanya berupa limbah organik .</p>
<p>Sebagian dari air buangan terdiri atas komponen nitrogen, seperti urea dan asam urik yang kemudian akan terurai menjadi amoniak dan nitrit. Pada perairan yang dimasuki oleh limbah rumah tangga biasanya akan menyebabkan populasi ganggang menjadi meningkat pesat sebagai akibat banyaknya persediaan nutrien.</p>
<p>Sebaliknya, persediaan oksigen dalam perairan tersebut semakin berkurang. Di sana dapat ditemukan Tubifex sp., hewan air yang mampu hidup dengan baik di bawah kondisi defisiensi oksigen.</p>
<p>Semakin ke hilir atau ke arah muara, limbah organik lebih terurai secara sempurna sehingga kandungan oksigen dalam air kembali normal. Hewan dan tumbuhan air dapat tumbuh dengan baik.</p>
<p>Selain itu limbah rumah tangga terpenting adalah sampah.</p>
<p>Sampah dalam jumlah banyak seperti di kota-kota besar, berperan besar dalam pencemaran tanah, air, dan udara. Tanah yang mengandung sampah diatasnya akan menjadi tempat hidup berbagai mikroorganisme penyebab penyakit. Pencemaran oleh mikroorganisme dan polutan lainnya dari sampah akan mengurangi kualitas air tanah. Air tanah yang menurun kualitasnya dapat terlihat dari perubahan fisiknya, misalnya bau, warna, dan rasa, bahkan terdapat lapisan minyak. Beberapa jenis sampah, seperti plastik dan logam sulit terurai sehingga berpengaruh pada kemampuan tanah menyerap air.</p>
<p><strong>Limbah pertanian</strong></p>
<p>Dalam kegiatan pertanian, penggunaan pupuk buatan, zat kimia pemberantas hama (pestisida), dan pemberantas tumbuhan pengganggu (herbisida) dapat mencemari tanah, dan air.</p>
<p>Herbisida merupakan pestisida yang 40% produknya sudah digunakan di dunia. Para petani menggunakan herbisida untuk mengontrol atau mematikan sehingga tanaman pertanian dapat tumbuh dengan baik. Percobaan pada kelinci dan kera menggunakan dosis herbisida diatas 25% menunjukkan bahwa pemberian makanan dan minuman yang dicampur herbisida dapat menyebabkan organ hati dan ginjal hewan tersebut mudah terkena tumor dan kanker.</p>
<p>Fungisida merupakan pestisida yang digunakan untuk mengontrol atau memberantas cendawan (fungi) yang dianggap sebagai wabah atau penyakit. Penyemprotan fungisida dapat melindungi tanaman pertanian dari serangan cendawan parasit dan mencegah biji (benih) menjadi busuk di dalam tanah sebelum berkecambah. Akan tetapi, sejak metal merkuri sangat beracun terhadap manusia, biji-bijian yang telah mendapat perlakuan fungisida yang mengandung metal merkuri tidak pernahdimanfaatkan untuk bahan makanan. Fungisida dapat memberi dampak buruk terhadap lingkungan.</p>
<p>Insektisida merupakan bahan kimia yang digunakan untuk membunuh serangga hama. Jenis pestisida ini sudah digunakan manusia sejak lama. Pestisida dan herbisida memiliki sifat sulit terurai dan dapat bertahan lama di dalam tanah. Residu pestisida dan herbisida ini membahayakan kehidupan organisme tanah.</p>
<p>Senyawa organoklorin utama di dalam insektisida adalah DDT (Dikloro Difenil Trikloroetana) dapat membunuh mikroorganisme yang sangat penting bagi proses pembusukan, sehingga kesuburan tanah terganggu Tanah yang tercemar pupuk kimiawi, pestisida, dan herbisida dapat mencemari sungai karena zat-zat tersebut dapat terbawa air hujan atau erosi.</p>
<p>Penggunaan pupuk buatan secara berlebihan menyebabkan tanah menjadi masam, yang selanjutnya berpengaruh terhadap produktivitas tanaman. Tanaman menjadi layu, berkurang produksinya, dan akhirnya mati. Pencemaran tanah oleh pestisida dan herbisida terjadi saat dilakukan penyemprotan. Sisa-sisa penyemprotan tersebut akan terbawa oleh air hujan, akhirnya mengendap di tanah. Penggunaan bahan-bahan kimiawi secara terus menerus akan mengakibatkan kerusakan tekstur tanah, tanah mengeras, dan akan retak-retak pada musim kemarau.</p>
<p><strong>Pertambangan</strong></p>
<p>Aktivitas penambangan bahan galian juga dapat menimbulkan pencemaran tanah. Salah satu kegiatan penambangan yang memiliki pengaruh besar mencemarkan tanah adalah penambangan emas. Pada penambangan emas, polusi tanah terjadi akibat penggunaan merkuri (Hg) dalam proses pemisahan emas dari bijinya. Merkuri tergolong sebagai bahan berbahaya dan beracun yang dapat mematikan tumbuhan, organisme tanah, dan mengganggu kesehatan manusia.</p>
<h3><strong>Pencemaran air</strong></h3>
<p>Pencemaran air meliputi pencemaran di perairan darat, seperti danau dan sungai, serta perairan laut. Sumber pencemaran air, misalnya pengerukan pasir, limbah rumah tangga, industri, pertanian, pelebaran sungai, pertambangan minyak lepas pantai, serta kebocoran kapal tanker pengangkut minyak.</p>
<p><strong>Limbah rumah tangga</strong></p>
<p>Limbah rumah tangga seperti deterjen, sampah organik, dan anorganik memberikan andil cukup besar dalam pencemaran air sungai, terutama di daerah perkotaan. Sungai yang tercemar deterjen, sampah organik dan anorganik yang mengandung miikroorganisme dapat menimbulkan penyakit, terutama bagi masyarakat yang mengunakan sungai sebagai sumber kehidupan sehari-hari. Proses penguraian sampah dan deterjen memerlukan oksigen sehingga kadar oksigen dalam air dapat berkurang. Jika kadar oskigen suatu perairaan turun sampai kurang dari 5 mg per liter, maka kehidupan biota air seperti ikan terancam.</p>
<p><a href="http://dahlanforum.wordpress.com/2009/07/07/limbah-industri/"><strong>Limbah industri</strong></a> <em>(klik <a href="http://dahlanforum.wordpress.com/2009/07/07/limbah-industri/">di sini</a> untuk melihat keterangan isi tentang Limbah industri)</em></p>
<p><strong>Limbah pertanian</strong></p>
<p>Kegiatan pertanian dapat menyebabkan pencemaran air terutama karena penggunaan pupuk buatan, pestisida, dan herbisida. Pencemaran air oleh pupuk, pestisida, dan herbisida dapat meracuni organisme air, seperti plankton, ikan, hewan yang meminum air tersebut dan juga manusia yang menggunakan air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. Residu pestisida seperti DDT yang terakumulasi dalam tubuh ikan dan biota lainnya dapat terbawa dalam rantai makanan ke tingkat trofil yang lebih tinggi, yaitu manusia.</p>
<p>Selain itu, masuknya pupuk pertanian, sampah, dan kotoran ke bendungan, danau, serta laut dapat menyebabkan meningkatnya zat-zat hara di perairan. Peningkatan tersebut mengakibatkan pertumbuhan ganggang atau enceng gondok menjadi pesat (blooming).</p>
<p>Pertumbuhan ganggang atau enceng gondok yang cepat dan kemudian mati membutuhkan banyak oksigen untuk menguraikannya. Kondisi ini mengakibatkan kurangnya oksigen dan mendorong terjadinya kehidupan organisme anaerob. Fenomena ini disebut sebagai eutrofikasi.</p>
<p><strong>Limbah pertambangan</strong></p>
<p>Pencemaran minyak di laut terutama disebabkan oleh limbah pertambangan minyak lepas pantai dan kebocoran kapal tanker yang mengangkut minyak. Setiap tahun diperkirakan jumlah kebocoran dan tumpahan minyak dari kapal tanker ke laut mencapai 3.9 juta ton sampai 6.6 juta ton. Tumpahan minyak merusak kehidupan di laut, diantaranya burung dan ikan. Minyak yang menempel pada bulu burung dan insang ikan mengakibatkan kematian hewan tersebut.</p>
<h3><strong>Pencemaran Suara</strong> (Kebisingan)</h3>
<p>Ancaman serius lain bagi kualitas lingkungan manusia adalah pencemaran suara. Bunyi atau suara yang dapat mengganggu dan merusak pendengaran manusia disebut kebisingan. Tingkat kebisingan terjadi bila intensitas bunyi melampui 50 desibel (db).</p>
<p>Oleh karena kebisingan dapat mengganggu lingkungan, kebisingan dapat dimasukkan sebagai pencemaran.</p>
<p>Suara dengan intensitas tinggi, seperti yang dikeluarkan oleh mesin industri, kenderaan bermotor, dan pesawat terbang secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama dapat mengganggu manusia, bahkan menyebabkan cacat pendengaran yang permanen. Oleh karena itu, bunyi dapat dianggap sebagai bahan pencemar serius yang mengganggu kesehatan manusia.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/k4nj3n94yu.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/k4nj3n94yu.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/k4nj3n94yu.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/k4nj3n94yu.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/k4nj3n94yu.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/k4nj3n94yu.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/k4nj3n94yu.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/k4nj3n94yu.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/k4nj3n94yu.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/k4nj3n94yu.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/k4nj3n94yu.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/k4nj3n94yu.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/k4nj3n94yu.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/k4nj3n94yu.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=k4nj3n94yu.wordpress.com&amp;blog=10150541&amp;post=13&amp;subd=k4nj3n94yu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/28/the-mean-of-pencemaran-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/833b4d00b5ee4937f8cfbca22387b9ff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">k4nj3n94yu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://s9.addthis.com/button1-bm.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>sEbAb_sEbAb pEnCemArAn LinGkUnGan</title>
		<link>http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/28/sebab_sebab-pencemaran-lingkungan/</link>
		<comments>http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/28/sebab_sebab-pencemaran-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 09:06:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yiyin Andriana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/28/sebab_sebab-pencemaran-lingkungan/</guid>
		<description><![CDATA[Penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sebagian besar disebabkan oleh tangan manusia. Pencemaran air dan tanah adalah pencemaran yang terjadi di perairan seperti sungai, kali, danau, laut, air tanah, dan sebagainya. Sedangkan pencemaran tanah adalah pencemaran yang terjadi di darat baik di kota maupun di desa. Alam memiliki kemampuan untuk mengembalikan kondisi air yang telah tercemar dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=k4nj3n94yu.wordpress.com&amp;blog=10150541&amp;post=12&amp;subd=k4nj3n94yu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sebagian besar disebabkan oleh tangan manusia. Pencemaran air dan tanah adalah pencemaran yang terjadi di perairan seperti sungai, kali, danau, laut, air tanah, dan sebagainya. Sedangkan pencemaran tanah adalah pencemaran yang terjadi di darat baik di kota maupun di desa.</p>
<p>Alam memiliki kemampuan untuk mengembalikan kondisi air yang telah tercemar dengan proses pemurnian atau purifikasi alami dengan jalan pemurnian tanah, pasir, bebatuan dan mikro organisme yang ada di alam sekitar kita.</p>
<p>Jumlah pencemaran yang sangat masal dari pihak manusia membuat alam tidak mampu mengembalikan kondisi ke seperti semula. Alam menjadi kehilangan kemampuan untuk memurnikan pencemaran yang terjadi. Sampah dan zat seperti plastik, DDT, deterjen dan sebagainya yang tidak ramah lingkungan akan semakin memperparah kondisi pengrusakan alam yang kian hari kian bertambah parah.</p>
<p>Sebab Pencemaran Lingkungan di Air dan di Tanah :<br />
1. Erosi dan curah hujan yang tinggi.<br />
2. Sampah buangan manusia dari rumah-rumah atau pemukiman penduduk.<br />
3. Zat kimia dari lokasi rumah penduduk, pertanian, industri, dan sebagainya.</p>
<p>Salah satu penyebab pencemaran di air yang paling terkenal adalah akibat penggunaan zat kimia pemberantas hama DDT. DDT digunakan oleh para petani untuk mengusir dan membunuh hama yang menyerang lahan pertanian.</p>
<p>DDT tidak hanya berdampak pada hama namun juga binatang-binatang lain yang ada di sekitarnya dah bahkan di tempat yang sangat jauh sekalipun akibat proses aliran rantai makanan dari satu hewan ke hewan lainnya yang mengakumulasi zat DDT. Dengan demikian seluruh hewan yang ada pada rantai makanan akan tercemar oleh DDT termasuk pada manusia.</p>
<p>DDT yang telah masuk ke dalam tubuh akan larut dalam lemak, sehingga tubuh kita akan menjadi pusat polutan yang semakin hari akan terakumulasi hingga mengakibatkan efek yang lebih menakutkan.</p>
<p>Akibat adanya biological magnification / pembesaran biologis pada organisme yang disebabkan oleh penggunaan DDT.<br />
a. merusak jaringan tubuh makhluk hidup<br />
b. menimbulkan otot kejang, otot lehah dan bisa juga kelumpuhan<br />
c. menghambat proses pengapuran dinding telur pada hewan bertelur sehingga telurnya tidak dapat menetas.<br />
d. lambat laun bisa menyebabkan penyakit kanker pada tubuh.</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/k4nj3n94yu.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/k4nj3n94yu.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/k4nj3n94yu.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/k4nj3n94yu.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/k4nj3n94yu.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/k4nj3n94yu.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/k4nj3n94yu.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/k4nj3n94yu.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/k4nj3n94yu.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/k4nj3n94yu.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/k4nj3n94yu.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/k4nj3n94yu.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/k4nj3n94yu.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/k4nj3n94yu.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=k4nj3n94yu.wordpress.com&amp;blog=10150541&amp;post=12&amp;subd=k4nj3n94yu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/28/sebab_sebab-pencemaran-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/833b4d00b5ee4937f8cfbca22387b9ff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">k4nj3n94yu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>pEncEmARan LinKunGan</title>
		<link>http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/28/pencemaran-linkungan/</link>
		<comments>http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/28/pencemaran-linkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 07:26:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yiyin Andriana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://k4nj3n94yu.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Pencemaran Lingkungan A. Macam – macam Pencemaran Lingkungan Berdasarkan lingkungan yang mengalami pencemaran, secara garis besar pencemaran lingkungan dapat dikelompokkan menjadi pencemaran air, tanah, dan udara. a. Pencemaran Air Di dalam tata kehidupan manusia, air banyak memegang peranan penting antara lain untuk minum, memasak, mencuci dan mandi. Di samping itu air juga banyak diperlukan untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=k4nj3n94yu.wordpress.com&amp;blog=10150541&amp;post=9&amp;subd=k4nj3n94yu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pencemaran Lingkungan</p>
<p><strong>A. Macam – macam Pencemaran Lingkungan</strong><br />
Berdasarkan lingkungan yang mengalami pencemaran, secara garis besar pencemaran lingkungan dapat dikelompokkan menjadi pencemaran air, tanah, dan udara.</p>
<p><strong>a.      Pencemaran Air</strong><a href="http://3.bp.blogspot.com/_0OjbH7T_C1g/ScY0QrKo-xI/AAAAAAAAADY/YGO_ix4mqjk/s1600-h/0,,2857035_1,00.jpg"><img src="http://3.bp.blogspot.com/_0OjbH7T_C1g/ScY0QrKo-xI/AAAAAAAAADY/YGO_ix4mqjk/s320/0,,2857035_1,00.jpg" border="0" alt="" width="179" height="132" /></a><br />
Di dalam tata kehidupan manusia, air banyak memegang peranan penting antara lain untuk minum, memasak, mencuci dan mandi. Di samping itu air juga banyak diperlukan untuk mengairi sawah, ladang, industri, dan masih banyak lagi.</p>
<p>Tindakan manusia dalam pemenuhan kegiatan sehari-hari, secara tidak sengaja telah menambahjumlah bahan anorganik pada perairan dan mencemari air. Misalnya, pembuangan detergen ke perairan dapat berakibat buruk terhadap organisme yang ada di perairan. Pemupukan tanah persawahan atau ladang dengan pupuk buatan, kemudian masuk ke perairan akan menyebabkan pertumbuhan tumbuhan air yang tidak terkendali yang disebut eutrofikasi atau blooming. Beberapa jenis tumbuhan seperti alga, paku air, dan eceng gondok akan tumbuh subur dan menutupi permukaan perairan sehingga cahaya matahari tidak menembus sampai dasar perairan. Akibatnya, tumbuhan yang ada di bawah permukaan tidak dapat berfotosintesis sehingga kadar oksigen yang terlarut di dalam air menjadi berkurang.</p>
<p>Bahan-bahan kimia lain, seperti pestisida atau DDT (Dikloro Difenil Trikloroetana) yang sering digunakan oleh petani untuk memberantas hama tanaman juga dapat berakibat buruk terhadap tanaman dan organisme lainnya. Apabila di dalam ekosistem perairan terjadi pencemaran DDT atau pestisida, akan terjadi aliran DDT.</p>
<p><strong>b.      Pencemaran Tanah</strong><a href="http://3.bp.blogspot.com/_0OjbH7T_C1g/ScYzUGPaaKI/AAAAAAAAADI/tyJXSJjclqE/s1600-h/h07a.jpg"><img src="http://3.bp.blogspot.com/_0OjbH7T_C1g/ScYzUGPaaKI/AAAAAAAAADI/tyJXSJjclqE/s320/h07a.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
Tanah merupakan tempat hidup berbagai jenis tumbuhan dan makhluk hidup lainnya termasuk manusia. Kualitas tanah dapat berkurang karena proses erosi oleh air yang mengalir sehinggakesuburannya akan berkurang. Selain itu, menurunnya kualitas tanah juaga dapat disebabkan limbah padat yang mencemari tanah.</p>
<p>Menurut sumbernya, limbah padat dapat berasal dari sampah rumah tangga (domestik), industri dan alam (tumbuhan). Adapun menurut jenisnya, sampah dapat dibedakan menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik berasal dari sisa-sisa makhluk hidup, seperti dedaunan, bangkai binatang, dan kertas. Adapun sampah anorganik biasanya berasal dari limbah industri, seperti plastik, logam dan kaleng.</p>
<p>Sampah organik pada umumnya mudah dihancurkan dan dibusukkan oleh mikroorganisme di dalam tanah. Adapun sampah anorganik tidak mudah hancur sehingga dapat menurunkan kualitas tanah.</p>
<p><strong>c.       Pencemaran Udara</strong><a href="http://1.bp.blogspot.com/_0OjbH7T_C1g/ScYzqugG_SI/AAAAAAAAADQ/RCQg0dKgl7c/s1600-h/exhaustpollution.gif"><img src="http://1.bp.blogspot.com/_0OjbH7T_C1g/ScYzqugG_SI/AAAAAAAAADQ/RCQg0dKgl7c/s320/exhaustpollution.gif" border="0" alt="" /></a><br />
Udara dikatakan tercemar jika udara tersebut mengandung unsur-unsur yang mengotori udara. Bentuk pencemar udara bermacam-macam, ada yang berbentuk gas dan ada yang berbentuk partikel cair atau padat.</p>
<p><strong><em>1)      Pencemar Udara Berbentuk Gas</em></strong><br />
Beberapa gas dengan jumlah melebihi batas toleransi lingkungan, dan masuk ke lingkungan udara, dapat mengganggu kehidupan makhluk hidup. Pencemar udara yang berbentuk gas adalah karbon monoksida, senyawa belerang (SO2 dan H2S), seyawa nitrogen (NO2), dan chloroflourocarbon (CFC).</p>
<p>Kadar CO2 yang terlampau tinggi di udara dapat menyebabkan suhu udara di permukaan bumi meningkat dan dapat mengganggu sistem pernapasan. Kadar gas CO lebih dari 100 ppm di dalam darah dapat merusak sistem saraf dan dapat menimbulkan kematian. Gas SO2 dan H2S dapat bergabung dengan partikel air dan menyebabkan hujan asam. Keracunan NO2 dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, kelumpuhan, dan kematian. Sementara itu, CFC dapat menyebabkan rusaknya lapian ozon di atmosfer.</p>
<p><em><strong>2)      Pencemar Udara Berbentuk Partikel Cair atau Padat</strong></em><br />
Partikel yang mencemari udara terdapat dalam bentuk cair atau padat. Partikel dalam bentuk cair berupa titik-titik air atau kabut. Kabut dapat menyebabkan sesak napas jika terhiap ke dalam paru-paru.</p>
<p>Partikel dalam bentuk padat dapat berupa debu atau abu vulkanik. Selain itu, dapat juga berasal dari makhluk hidup, misalnya bakteri, spora, virus, serbuk sari, atau serangga-serangga yang telah mati. Partikel-partikel tersebut merupakan sumber penyakit yang dapat mengganggu kesehatan manusia.</p>
<p>Partikel yangmencemari udara dapat berasal dari pembakaran bensin. Bensin yang digunakan dalam kendaraan bermotor biasanya dicampur dengan senyawa timbal agar pembakarannya cepat mesin berjalan lebih sempurna. Timbal akan bereaki dengan klor dan brom membentuk partikel PbClBr. Partikel tersebut akan dihamburkan oleh kendaraan melalui knalpot ke udara sehingga akan mencemari udara.</p>
<p><strong>B.     Dampak Pencemaran Bagi Manusia Secara Global</strong><br />
Pembakaran bahan bakar minyak dan batubara pada kendaraan bermotor dan industri menyebabkan naiknya kadar CO2 di udara. Gas ini juga dihasilkan dari kebakaran hutan. gas CO2 ini akan berkumpul di atmosfer Bumi. Jika jumlahnya sangat banyak, gas CO2 ini akan menghalangi pantulan panas dari Bumi ke atmosfer sehingga panas akan diserap dan dipantulkan kembali ke Bumi. Akibatnya, suhu di Bumimenjadi lebih panas. Keadaan ini disebut efek rumah kaca (green house effect). Selain gas CO2, gas lain yang menimbulkan efek rumah kaca adalah CFC yang berasal dari aerosol, juga gas metan yang berasal dari pembusukan kotoran hewan.</p>
<p>Efek rumah kaca dapat menyebabkan suhu lingkungan menjadi naik secara global, atau lebih dikenal dengan pemanasan global. Akibat pemanasan global ini, pola iklim dunia menjadi berubah. Permukaan laut menjadi naik,sebagai akibat mencairnya es di kutub sehingga pulau-pulau kecil menjadi tenggelam. Keadaan tersebut akan berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem dan membahayakan makhluk hidup, termasuk manusia.<br />
Akibat lain yang ditimbulkan pencemaran udara adalah terjadinya hujan asam. Jika hujan asam</p>
<p>Terjadi secara terus menerus akan menyebabkan tanah, danau, atau air sungai menjadi asam. Keadaan itu akan mengakibatkan tumbuhan dan mikroorganisme yang hidup di dalamnya terganggu dan mati. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem dan kehidupan manusia.</p>
<p><strong>C.     Upaya Penanggulangan Pencemaran Lingkungan</strong><br />
Berbagai upaya telah dilakukan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat untuk menanggulangi pencemaran lingkungan, antara lain melalui penyuluhan dan penataan lingkungan. Namun, usaha tersebut tidak akan berhasil jika tidak ada dukungan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.</p>
<p>Untuk membuktikan kepedulian kita terhadap lingkungan, kita perlu bertindak. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi pencemaran lingkungan, diantaranya sebagai berikut:</p>
<p><strong><em>1.      Membuang sampah pada tempatnya</em></strong><br />
Membuang sampah ke sungai atau selokan akan meyebabkan aliran airnya terhambat. Akibatnya, samapah akan menumpuk dan membusuk. Sampah yang membusuk selain menimbulkan bau tidak sedap juga akan menjadi tempat berkembang biak berbagai jenis penyakit. Selain itu, bisa meyebabkan banjir pada musim hujan.</p>
<p>Salah satu cara untuk menanggulangi sampah terutama sampah rumah tangga adalah dengan memanfaatkannya menjadi pupuk kompos. Sampah-sampah tersebut dipisahkan antara sampah organik dan anorganik.</p>
<p>Selanjutnya, sampah organik ditimbun di dalam tanah sehingga menjadi kompos. Adapun sampah anorganik seperti plastik dan kaleng bekas dapat di daur ulang menjadi alat rumah tangga dan barang-barang lainnya.</p>
<p><strong><em>2.      Penanggulangan limbah industri</em></strong><br />
<a href="http://3.bp.blogspot.com/_0OjbH7T_C1g/ScY006G_-kI/AAAAAAAAADg/WZLoWW-GlOo/s1600-h/view_1503-1174466647.jpg"><img src="http://3.bp.blogspot.com/_0OjbH7T_C1g/ScY006G_-kI/AAAAAAAAADg/WZLoWW-GlOo/s320/view_1503-1174466647.jpg" border="0" alt="" /></a>Limbah dari industri terutama yang mengandung bahan-bahan kimia, sebelum dibuang harus diolah terlebih dahulu. Hal tersebut akan mengurangi bahan pencemar di perairan. Denan demikian, bahan dari limbah pencemar yang mengandung bahan-bahan yang bersifat racun dapat dihilangkan sehingga tidak mengganggu ekosistem.</p>
<p>Menempatkan pabrik atau kawasan industri di daerah yang jauh dari keramaian penduduk. Hal ini dilakukan untuk menghindari pengaruh buruk dari limbah pabrik dan asap pabrik terhadap kehidupan masyarakat.</p>
<p><strong><em>3.      Penanggulangan pencemaran udara</em></strong><br />
Pencemaran udara akibat sisa dari pembakaran kendaraan bermotor dan asap pabrik, dapat dicegah dan ditanggulangi dengan mengurangi pemakaian bahan bakar minyak. Perlu dipikirkan sumber pengganti alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan, seperti kendaraan berenergi listrik. Selain itu, dilakukan usaha untuk mendata dan membatasi jumlah kendaraan bermotor yang layak beroperasi. Terutama pengontrolan dan pemeriksaan terhadap asap buangan dan knalpot kendaraan bermotor.</p>
<p><strong><em>4.      Diadakan penghijauan di kota-kota besar</em></strong><br />
<a href="http://3.bp.blogspot.com/_0OjbH7T_C1g/ScY1-WYty2I/AAAAAAAAADo/N6vOftUsX18/s1600-h/150684.jpg"><img src="http://3.bp.blogspot.com/_0OjbH7T_C1g/ScY1-WYty2I/AAAAAAAAADo/N6vOftUsX18/s320/150684.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<p>Tumbuhan mampu menyerap CO2 di udara untuk fotosintesis. Adanya jalur hijau akan mengurangi kadar CO2 di udara yang berasal dari asap kendaraan bermotor atau asap pabrik. Dengan demikian, tumbuhan hijau bisa mengurangi pencemaran udara. Selain itu, tumbuhan hijau melepaskan O2 ke atmosfer.</p>
<p><strong><em>5.      Penggunaan pupuk dan obat pembasmi hama tanaman yang sesuai</em></strong><br />
Pemberian pupuk pada tanaman dapat meningkatkan hasil pertanian. Namun, di sisi lain dapat menimbulkan pencemaran jika pupuk tersebut masuk ke perairan. Eutrofikai merupakan salah satu dampak negatif yang ditimbulkan oleh pupuk buatan yang masuk ke perairan.</p>
<p>Begitu juga dengan penggunaan obat anti hama tanaman. Jika penggunaannya melebihi dosis yang ditetapkan akan menimbulkan pencemaran. Selain dapat mencemari lingkungan juga dapat meyebabkan musnahnya organisme tertentu yang dibutuhkan, seperti bakteri pengurai atau serangga yang membantu penyerbukan tanaman.</p>
<p>Pemberantasan hama secara biologis merupakan salah satu alternatif yang dapat mengurangi pencemaran dan kerusakan ekosistem pertanian.</p>
<p><strong><em>6.      Pengurangan pemakaian CFC</em></strong><br />
Untuk menghilangkan kadar CFC di atmosfer diperlukan waktu sekitar seratus tahun salah satu cara penanggulangannya yaitu dengan mengurangi penggunaan CFC yang tidak perlu oleh manusia. Mengurangi penggunaan penggunaan CFC dapat mencegah rusaknya lapisan ozon di atmosfer sehingga dapat mengurangi pemanasan global.</p>
<p>Dewasa ini, tingkah laku manusia dengan sikap semena-mena terhadap lingkungan sudah sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan. Selain mengeksploitasi alam secara serakah, manusia juga telah meracuni alam ini dengan berbagai jenis sampahnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/k4nj3n94yu.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/k4nj3n94yu.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/k4nj3n94yu.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/k4nj3n94yu.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/k4nj3n94yu.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/k4nj3n94yu.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/k4nj3n94yu.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/k4nj3n94yu.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/k4nj3n94yu.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/k4nj3n94yu.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/k4nj3n94yu.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/k4nj3n94yu.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/k4nj3n94yu.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/k4nj3n94yu.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=k4nj3n94yu.wordpress.com&amp;blog=10150541&amp;post=9&amp;subd=k4nj3n94yu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/28/pencemaran-linkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/833b4d00b5ee4937f8cfbca22387b9ff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">k4nj3n94yu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_0OjbH7T_C1g/ScY0QrKo-xI/AAAAAAAAADY/YGO_ix4mqjk/s320/0,,2857035_1,00.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_0OjbH7T_C1g/ScYzUGPaaKI/AAAAAAAAADI/tyJXSJjclqE/s320/h07a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_0OjbH7T_C1g/ScYzqugG_SI/AAAAAAAAADQ/RCQg0dKgl7c/s320/exhaustpollution.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_0OjbH7T_C1g/ScY006G_-kI/AAAAAAAAADg/WZLoWW-GlOo/s320/view_1503-1174466647.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_0OjbH7T_C1g/ScY1-WYty2I/AAAAAAAAADo/N6vOftUsX18/s320/150684.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>dAuR uLanG</title>
		<link>http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/28/daur-ulang/</link>
		<comments>http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/28/daur-ulang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 07:17:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yiyin Andriana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/28/daur-ulang/</guid>
		<description><![CDATA[Daur ulang adalah proses tuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Daur ulang adalah salah satu strategi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=k4nj3n94yu.wordpress.com&amp;blog=10150541&amp;post=7&amp;subd=k4nj3n94yu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Daur ulang</strong> adalah proses tuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya <a title="Sampah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sampah">sampah</a> yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan <a title="Energi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Energi">energi</a>, mengurangi <a title="Polusi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Polusi">polusi</a>, <a title="Kerusakan lingkungan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerusakan_lingkungan">kerusakan lahan</a>, dan emisi <a title="Gas rumah kaca" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_rumah_kaca">gas rumah kaca</a> jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan <a title="Sampah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sampah">sampah</a> padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk / material bekas pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga adalam proses hierarki sampah <a title="3R" href="http://id.wikipedia.org/wiki/3R">3R</a> (<em>Reuse</em>, <em>Reduce</em>, and <em>Recycle</em>).<br />
Material yang bisa didaur ulang terdiri dari sampah <a title="Kaca" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kaca">kaca</a>, <a title="Plastik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Plastik">plastik</a>, <a title="Kertas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kertas">kertas</a>, <a title="Logam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Logam">logam</a>, <a title="Tekstil" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tekstil">tekstil</a>, dan <a title="Barang elektronik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Barang_elektronik">barang elektronik</a>. Meskipun mirip, proses pembuatan <a title="Kompos" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kompos">kompos</a> yang umumnya menggunakan sampah <a title="Biomassa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biomassa">biomassa</a> yang bisa didegradasi oleh alam, tidak dikategorikan sebagai proses daur ulang. Daur ulang lebih difokuskan kepada sampah yang tidak bisa didegradasi oleh alam secara alami demi pengurangan kerusakan lahan. Secara garis besar, daur ulang adalah proses pengumpulan sampah, penyortiran, pembersihan, dan pemrosesan material baru untuk proses produksi.<br />
Pada pemahaman yang terbatas, proses daur ulang harus menghasilkan barang yang mirip dengan barang aslinya dengan material yang sama, contohnya kertas bekas harus menjadi <a title="Kertas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kertas">kertas</a> dengan kualitas yang sama, atau busa <a title="Polistirena" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Polistirena">polistirena</a> bekas harus menjadi <a title="Polistirena" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Polistirena">polistirena</a> dengan kualitas yang sama. Seringkali, hal ini sulit dilakukan karena lebih mahal dibandingkan dengan proses pembuatan dengan bahan yang baru. Jadi, daur ulang adalah proses penggunaan kembali material menjadi produk yang berbeda. Bentuk lain dari daur ulang adalah ekstraksi material berharga dari sampah, seperti <a title="Emas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Emas">emas</a> dari prosessor <a title="Komputer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komputer">komputer</a>, <a title="Timah hitam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timah_hitam">timah hitam</a> dari <a title="Baterai" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Baterai">baterai</a>, atau ekstraksi material yang berbahaya bagi <a title="Lingkungan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lingkungan">lingkungan</a>, seperti <a title="Merkuri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Merkuri">merkuri</a>.<br />
Daur ulang adalah sesuatu yang luar biasa yang bisa didapatkan dari sampah. Proses daur ulang <a title="Alumunium" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alumunium">alumunium</a> dapat menghemat 95% <a title="Energi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Energi">energi</a> dan mengurangi <a title="Polusi udara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Polusi_udara">polusi udara</a> sebanyak 95% jika dibandingkan dengan ekstraksi alumunium dari tambang hingga prosesnya di pabrik. Penghematan yang cukup besar pada energi juga didapat dengan mendaur ulang kertas, logam, kaca, dan plastik.</p>
<p>Material-material yang dapat didaur ulang dan prosesnya diantaranya adalah:</p>
<dl>
<dt>Bahan bangunan </dt>
</dl>
<p>Material bangunan bekas yang telah dikumpulkan dihancurkan dengan <a title="Mesin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesin">mesin</a> penghancur, terkadang bersamaan dengan <a title="Aspal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aspal">aspal</a>, <a title="Batu bata" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batu_bata">batu bata</a>, <a title="Tanah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tanah">tanah</a>, dan <a title="Batu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batu">batu</a>. Hasil yang lebih kasar bisa dipakai menjadi pelapis jalan semacam aspal dan hasil yang lebih halus bisa dipakai untuk membuat bahan bangunan baru semacam bata.</p>
<dl>
<dt>Baterai </dt>
</dl>
<p>Banyaknya variasi dan ukuran baterai membuat proses daur ulang bahan ini relatif sulit. Mereka harus disortir terlebih dahulu, dan tiap jenis memiliki perhatian khusus dalam pemrosesannya. Misalnya, baterai jenis lama masih mengandung <a title="Merkuri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Merkuri">merkuri</a> dan <a title="Kadmium" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kadmium">kadmium</a>, harus ditangani secara lebih serius demi mencegah kerusakan lingkungan dan <a title="Kesehatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kesehatan">kesehatan</a> manusia.<br />
<a title="Baterai mobil" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Baterai_mobil">Baterai mobil</a> umumnya jauh lebih mudah dan lebih murah untuk didaur ulang.</p>
<dl>
<dt>Barang Elektronik </dt>
</dl>
<p>Barang elektronik yang populer seperti komputer dan handphone umumnya tidak didaur ulang karena belum jelas perhitungan manfaat ekonominya. Material yang dapat didaur ulang dari barang elektronik misalnya adalah logam yang terdapat pada barang elektronik tersebut (<a title="Emas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Emas">emas</a>, <a title="Besi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Besi">besi</a>, <a title="Baja" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Baja">baja</a>, <a title="Silikon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Silikon">silikon</a>, dll) ataupun bagian-bagian yang masih dapat dipakai (<a title="Sirkuit terpadu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sirkuit_terpadu"><em>microchip</em></a>, <a title="Mikroprosesor" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mikroprosesor"><em>processor</em></a>, <a title="Kabel" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabel">kabel</a>, <a title="Resistor" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Resistor">resistor</a>, <a title="Plastik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Plastik">plastik</a>, dll). Namun tujuan utama dari proses daur ulang, yaitu kelestarian lingkungan, sudah jelas dapat menjadi tujuan diterapkannya proses daur ulang pada bahan ini meski manfaat <a title="Ekonomi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi">ekonominya</a> masih belum jelas.</p>
<dl>
<dt>Logam </dt>
</dl>
<p><a title="Besi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Besi">Besi</a> dan <a title="Baja" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Baja">baja</a> adalah jenis logam yang paling banyak didaur ulang di dunia. Termasuk salah satu yang termudah karena mereka dapat dipisahkan dari sampah lainnya dengan <a title="Magnet" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Magnet">magnet</a>. Daur ulang meliputi proses logam pada umumnya; peleburan dan pencetakan kembali. Hasil yang didapat tidak mengurangi kualitas logam tersebut.<br />
Contoh lainnya adalah alumunium, yang merupakan bahan daur ulang paling efisien di dunia. Namun pada umumnya, semua jenis logam dapat didaur ulang tanpa mengurangi kualitas logam tersebut, menjadikan logam sebagai bahan yang dapat didaur ulang dengan tidak terbatas.</p>
<dl>
<dt>Bahan Lainnya </dt>
</dl>
<p><a title="Kaca" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kaca">Kaca</a> dapat juga didaur ulang. Kaca yang didapat dari botol dan lain sebagainya dibersihkan dair bahan kontaminan, lalu dilelehkan bersama-sama dengan material kaca baru. Dapat juga dipakai sebagai bahan bangunan dan jalan. Sudah ada <em>Glassphalt</em>, yaitu bahan pelapis jalan dengan menggunakan 30% material kaca daur ulang.<br />
<a title="Kertas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kertas">Kertas</a> juga dapat didaur ulang dengan mencampurkan kertas bekas yang telah dijadikan <a title="Pulp" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pulp">pulp</a> dengan material kertas baru. Namun kertas akan selalu mengalami penurunan kualitas jika terus didaur ulang. Hal ini menjadikan kertas harus didaur ulang dengan mencampurkannya dengan material baru, atau mendaur ulangnya menjadi bahan yang berkualitas lebih rendah.<br />
Plastik dapat didaur ulang sama halnya seperti mendaur ulang logam. Hanya saja, terdapat berbagai jenis plastik di dunia ini. Saat ini di berbagai produk plastik terdapat kode mengenai jenis plastik yang membentuk material tersebut sehingga mempermudah untuk mendaur ulang. Suatu kode di kemasan yang berbentuk segitiga 3R dengan kode angka di tengah-tengahnya adalah contohnya. Suatu angka tertentu menunjukkan jenis plastik tertentu, dan terkadang diikuti dengan singkatan, misalnya LDPE untuk <em>Low Density Poly Etilene</em>, PS untuk <a title="Polistirena" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Polistirena">Polistirena</a>, dan lain-lain, sehingga mempermudah proses daur ulang.<br />
Jenis kode plastik yang umum beredar diantaranya:</p>
<ul>
<li>PET (<a title="Polietilena tereftalat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Polietilena_tereftalat">Polietilena tereftalat</a>). Umumnya terdapat pada botol minuman atau bahan konsumsi lainnya yang cair.</li>
<li>HDPE (<em>High Density Polyethylene</em>, <a title="Polietilena berdensitas tinggi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Polietilena_berdensitas_tinggi">Polietilena berdensitas tinggi</a>) biasanya terdapat pada botol deterjen.</li>
<li>PVC (<a title="Polivinil klorida" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Polivinil_klorida">polivinil klorida</a>) yang biasa terdapat pada <a title="Pipa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pipa">pipa</a>, <em>rnitur, dan sebagainya.</em></li>
<li>LDPE (<em>Low Density Polyethylene</em>, <a title="Polietilena berdensitas rendah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Polietilena_berdensitas_rendah">Polietilena berdensitas rendah</a>) biasa terdapat pada pembungkus makanan.</li>
<li>PP (<a title="Polipropilena" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Polipropilena">polipropilena</a>) umumnya terdapat pada tutup botol minuman, sedotan, dan beberapa jenis mainan.</li>
<li>PS (<a title="Polistirena" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Polistirena">polistirena</a>) umum terdapat pada kotak makan, kotak pembungkus daging, cangkir, dan peralatan dapur lainnya.</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/k4nj3n94yu.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/k4nj3n94yu.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/k4nj3n94yu.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/k4nj3n94yu.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/k4nj3n94yu.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/k4nj3n94yu.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/k4nj3n94yu.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/k4nj3n94yu.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/k4nj3n94yu.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/k4nj3n94yu.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/k4nj3n94yu.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/k4nj3n94yu.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/k4nj3n94yu.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/k4nj3n94yu.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=k4nj3n94yu.wordpress.com&amp;blog=10150541&amp;post=7&amp;subd=k4nj3n94yu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://k4nj3n94yu.wordpress.com/2009/10/28/daur-ulang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/833b4d00b5ee4937f8cfbca22387b9ff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">k4nj3n94yu</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
